Komisi I DPR Nilai Pemerintah Kurang Mendorong Upaya Digitalisasi Aksara Jawa
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:56 WIB
loading...
DPR menyoroti kandasnya ikhtiar digitalisasi Aksara Jawa yang diajukan PANDI ke lembaga internet, lantaran pemerintah kurang hadir mendorong hal tersebut. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Komisi I DPR RI menyoroti kandasnya ikhtiar 'digitalisasi' Aksara Jawa yang diajukan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ke lembaga internet dunia, lantaran pemerintah kurang hadir untuk mendorong hal tersebut.
(Baca juga: Dukung Pelestarian Budaya, Gubernur Sambut Selebrasi Lomba Website Beraksara Bali)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem Muhammad Farhan menilai, PANDI seperti sedang berjuang sendirian. (Baca juga: Pegiat Buka-Bukaan Soal Pendaftaran Aksara Daerah ke Lembaga Internet Dunia)
Diketahui memang, pihak yang notabene mengajukan permohonan Internationalize Domain Name (IDN) kepada lembaga internet dunia, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) adalah PANDI. Dan menurut Farhan, perjuangan PANDI dalam menggolkan digitalisasi aksara jawa perlu mendapat dukungan.
(Baca juga: Dari 700 Baru 7 Aksara Nusantara Memasuki Dunia Digitalisi)
(Baca juga: Dukung Pelestarian Budaya, Gubernur Sambut Selebrasi Lomba Website Beraksara Bali)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem Muhammad Farhan menilai, PANDI seperti sedang berjuang sendirian. (Baca juga: Pegiat Buka-Bukaan Soal Pendaftaran Aksara Daerah ke Lembaga Internet Dunia)
Diketahui memang, pihak yang notabene mengajukan permohonan Internationalize Domain Name (IDN) kepada lembaga internet dunia, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) adalah PANDI. Dan menurut Farhan, perjuangan PANDI dalam menggolkan digitalisasi aksara jawa perlu mendapat dukungan.
(Baca juga: Dari 700 Baru 7 Aksara Nusantara Memasuki Dunia Digitalisi)
Lihat Juga :