KTT dan Krisis (Baru) Arab Teluk
Rabu, 13 Januari 2021 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari perspektif konflik, peta konflik baru ini akan lebih panas dibanding krisis sebelumnya mengingat terbentuknya peta konflik yang sedikit berimbang antara Arab Saudi-Qatar-Kuwait di satu pihak dan UEA-Bahrain di pihak lain. Peta ini jauh berbeda dengan krisis Teluk sebelumnya di mana Qatar hanya sendirian berhadapan dengan negara-negara Arab Teluk lain kecuali Kuwait yang menyatakan netral dalam krisis selama ini.
Perkembangan politik di Timur Tengah tak ubahnya badai pasir di padang sahara. Walaupun keadaan terlihat tenang setelah terjadinya badai yang cukup besar, tetap harus selalu waspada mengingat sewaktu-waktu badai pasir bisa terjadi kembali menerjang dan membentuk peta yang berbeda.
Inilah kurang lebih yang saat ini terjadi dalam KTT Dewan Kerja Sama Teluk ke-41. Di satu sisi, KTT ini berhasil menyelesaikan krisis politik yang terjadi dengan Qatar. Tapi, di sisi lain, KTT ini justru (berpotensi) bisa melahirkan krisis yang baru. Terlebih lagi terlalu banyak kepentingan yang berbeda-beda, baik di internal negara-negara Arab Teluk maupun pihak-pihak luar yang berkepentingan terhadap negara-negara kaya itu. Apa yang akan terjadi ke depan? Mari kita ikuti bersama perkembangan-perkembangan selanjutnya.
Perkembangan politik di Timur Tengah tak ubahnya badai pasir di padang sahara. Walaupun keadaan terlihat tenang setelah terjadinya badai yang cukup besar, tetap harus selalu waspada mengingat sewaktu-waktu badai pasir bisa terjadi kembali menerjang dan membentuk peta yang berbeda.
Inilah kurang lebih yang saat ini terjadi dalam KTT Dewan Kerja Sama Teluk ke-41. Di satu sisi, KTT ini berhasil menyelesaikan krisis politik yang terjadi dengan Qatar. Tapi, di sisi lain, KTT ini justru (berpotensi) bisa melahirkan krisis yang baru. Terlebih lagi terlalu banyak kepentingan yang berbeda-beda, baik di internal negara-negara Arab Teluk maupun pihak-pihak luar yang berkepentingan terhadap negara-negara kaya itu. Apa yang akan terjadi ke depan? Mari kita ikuti bersama perkembangan-perkembangan selanjutnya.
(bmm)
Lihat Juga :