Kehebohan Netizen dan Aroma Politik di Balik Blusukan Risma
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, sambung dia, wajar jika netizen melihat blusukan Risma sebagai gimmick. "Enggak ada relevansinya dengan jabatannya sebagai Menteri Sosial," tuturnya.
(Baca juga : Akun Twitternya Like Akun Porno, Beredar Surat Fadli Zon Dipolisikan )
Dia pun menilai blusukan Risma di wilayah Jakarta beraroma politis. "Banyak orang sudah menduga ketika Bu Risma ditunjuk sebagai Mensos oleh Pak Jokowi, ini Pak Jokowi sedang persiapkan jago-jago untuk 2024, termasuk ada nama Sandiaga Uno juga di situ, nah ini yang kelihatan apakah Bu Risma akan ke DKI Jakarta atau ke RI 1," katanya.(Baca juga: Mahasiswa Betawi Minta Risma Fokus Benahi Kemensos daripada Blusukan di DKI )
Menurut dia, sangat mungkin cara-cara yang dilakukan Presiden Jokowi yakni blusukan akan ditiru Risma. "Kalau Bu Risma bisa meyakinkan partai politiknya untuk mendukung dia di DKI 1 kemudian langsung ke RI 1. Tapi apakah sejarah bisa berulang, tentu saja bisa, masalahnya apakah pemilih akan percaya dengan gimmick yang sama itu, belum tentu. Nyatanya akhir-akhir ini kan banyak kritik di media sosial tentang apa yang dilakukan Bu Risma," pungkasnya.
(Baca juga : Presiden Disebut-sebut Sudah Kantongi Satu Nama Calon Kapolri )
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai warganet atau netizen yang meributkan blusukan Risma itu tidak punya pekerjaan.
(Baca juga : Akun Twitternya Like Akun Porno, Beredar Surat Fadli Zon Dipolisikan )
Dia pun menilai blusukan Risma di wilayah Jakarta beraroma politis. "Banyak orang sudah menduga ketika Bu Risma ditunjuk sebagai Mensos oleh Pak Jokowi, ini Pak Jokowi sedang persiapkan jago-jago untuk 2024, termasuk ada nama Sandiaga Uno juga di situ, nah ini yang kelihatan apakah Bu Risma akan ke DKI Jakarta atau ke RI 1," katanya.(Baca juga: Mahasiswa Betawi Minta Risma Fokus Benahi Kemensos daripada Blusukan di DKI )
Menurut dia, sangat mungkin cara-cara yang dilakukan Presiden Jokowi yakni blusukan akan ditiru Risma. "Kalau Bu Risma bisa meyakinkan partai politiknya untuk mendukung dia di DKI 1 kemudian langsung ke RI 1. Tapi apakah sejarah bisa berulang, tentu saja bisa, masalahnya apakah pemilih akan percaya dengan gimmick yang sama itu, belum tentu. Nyatanya akhir-akhir ini kan banyak kritik di media sosial tentang apa yang dilakukan Bu Risma," pungkasnya.
(Baca juga : Presiden Disebut-sebut Sudah Kantongi Satu Nama Calon Kapolri )
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai warganet atau netizen yang meributkan blusukan Risma itu tidak punya pekerjaan.
Lihat Juga :