Disiplin Prokes Menurun, Pengamat: Sosialisasi Jangan Kendor

Jum'at, 08 Januari 2021 - 15:49 WIB
loading...
Disiplin Prokes Menurun,...
Penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama agar penularan Covid-19 ini terkendali. Pemerintah dengan berbagai kebijakan terus menggalakkan kampanye. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penerapan protokol kesehatan ( Prokes ) merupakan kunci utama agar penularan Covid-19 ini terkendali. Pemerintah dengan berbagai kebijakan terus menggalakkan kampanye ini. Namun kenyataannya masih banyak yang belum dapat melakukannya secara disiplin.

(Baca juga: Total Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan DKI Capai Rp5,7 Miliar)

Bahkan terlihat dari menurunnya angka kepatuhannya yang berbanding lurus dengan peningkatan yang puncaknya kemarin per 7 Januari 2021 angka Covid-19 sebanyak 9.321 kasus.

(Baca juga: Disiplin Protokol Kesehatan Turun, Kasus Covid-19 Meningkat 113%)

Pengamat Kebijakan Publik, Andrinof Achir Chaniago pun mengatakan jika grafik kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Sehingga, upaya untuk menangani, mencegah, ataupun menghentikan Covid-19 harus ditingkatkan.

"Kalau dari awal muncul Covid-19 sampai sekarang grafiknya kan ini menang naik terus. Itu artinya ya cara-cara untuk menangani, mencegah atau menghentikan itu juga harus terus ditingkatkan. Cara yang sudah kita agar cepat, tapi belum optimal kita optimalkan," ungkap Andrinof dalam diskusi 'Implementasi PPKM Jawa-Bali: Kesiapan Sektor Bisnis dan Pelaku Usaha' di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Jumat (8/1/2021).

(Baca juga: Dukung PSBB, MUI Jateng Perketat Protokol Kesehatan Salat Berjamaah)

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata Andrinof yakni dengan pemetaan klaster Covid-19. “Pemetaan klaster juga sebetulnya sudah membantu untuk melihat. Tetapi dalam pemetaan perlu di cermati lagi, dipetakan lagi lebih detail untuk pencegahan nya lebih tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Andrinof mengatakan jika untuk di sektor formal yakni di tigkat pemerintahan maupun swasta, itu lebih mudah mengendalikannya. “Sejumlah perusahaan itu malah terus melakukan perbaikan-perbaikan yang termasuk menerapkan sistem kontrol live yang sampai 4 jam selama 3 hari terhadap karyawannya, dan itu efektif ya.”

“Awalnya karena dievaluasi kasus banyak kejadian kontak di luar setelah itu lama-lama yang di rumah. Nah kemudian mereka dibikin-bikin sistem untuk memonitor pergerakan selama 24 jam, termasuk di hari libur dan itu berpengaruh,” kata Andrinof.

Namun, kata Andrinof, pemetaan klaster untuk sektor informal dan masyarakat umum justru lebih susah. "Nah, masalahnya adalah di sektor informal dan masyarakat umum. Kalau kita amati di lapangan ya memang di situ masalahnya. Banyak sekali yang cuek dan tidak peduli dengan 3M Plus, jadi disamping 3M ditambahkan yang lain," ucapnya.

Sehingga tegas Andrinof, Satgas Covid-19 harus terus meningkatkan kesadaran disiplin protokol kesehatan sektor informal juga masyarakat umum. "Berarti apa, bagaimana caranya untuk terus meningkatkan kesadaran dari masyarakat umum dan di sektor informal itu. Sosialisasi harus dilakukan jangan ada di yang dikendorkan," ujarnya.

"Harus terus diungkap pesan-pesan yang bikin masyarakat itu takut, mengerti bahaya dari Covid ini. Dampak dari Covid ini. Jangan tunggu setelah keluarga mereka yang kena, orang dekat mereka yang kena, baru mereka sadar," tegas Andrinof.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Pentingnya Taiwan Menghadapi...
Pentingnya Taiwan Menghadapi Pandemi di Masa Depan
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Satgas Covid-19 Terbitkan...
Satgas Covid-19 Terbitkan SE Terbaru, Apa Isinya?
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Masyarakat Diimbau agar...
Masyarakat Diimbau agar Disiplin Lagi Memakai Masker
Waspada Virus MERS,...
Waspada Virus MERS, Jemaah Haji Diminta Jaga Jarak dari Unta dan Terapkan Prokes
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Kasus Pneumonia Meningkat,...
Kasus Pneumonia Meningkat, Berikut Langkah Pencegahannya
Rekomendasi
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved