Cegah Corona, DPR Desak Pemda Tegas dan Keras Tegakkan Prokes
Kamis, 07 Januari 2021 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Covid-19 Masih Mengancam, Pejabat Baru Polda Jateng Diwanti-wanti Jaga Protokol Kesehatan)
Sebab kata dia, data pasien yang terpapar positif virus Corona (Covid-19) terus mengalami kenaikan dan beberapa hari terakhir terus di atas 8000 orang jumlah yang terpapar virus tersebut.
Dampaknya, kondisi keterisian rumah sakit (RS) dan terkhusus ICU di RS juga mengkhawatirkan. "Melihat situasi Pemerintah tepat mengambil langkah cepat dan darurat untuk lebih membatasi pergerakan orang kerja di kantor, masa jam mall maupun pembatasan orang berkerumun. Dan untuk beberapa hari ke depan tentu akan terus akan di evaluasi smoga kebijakan ini berdampak penurunam angka Covid," tuturnya.
Selain itu, dia mengajak semua pihak untuk benar-benar memperhatikan bahwa semakin banyak yang membutuhkan RS dan semakin banyak membutuhkan ICU. Sedangkan ketersediaan fasilitas kesehatan itu kata dia, juga mengkhawatirkan.
"Agar informasi itu sampai ke rakyat risiko besar bila orang sakit serius tidak tersedia RS, untuk itu dalam membantu dan kerja sama akan situasi seperti ini saya dan kita semua untuk benar-benar patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Sekali lagi, hanya dengan protokol kesehatan yang efektif menyelamatkan kita, namun sebaliknya abai protokol kesehatan lonceng dan alarm bahaya mengintai lingkungan dan rumah kita," ujarnya.
Sebab kata dia, data pasien yang terpapar positif virus Corona (Covid-19) terus mengalami kenaikan dan beberapa hari terakhir terus di atas 8000 orang jumlah yang terpapar virus tersebut.
Dampaknya, kondisi keterisian rumah sakit (RS) dan terkhusus ICU di RS juga mengkhawatirkan. "Melihat situasi Pemerintah tepat mengambil langkah cepat dan darurat untuk lebih membatasi pergerakan orang kerja di kantor, masa jam mall maupun pembatasan orang berkerumun. Dan untuk beberapa hari ke depan tentu akan terus akan di evaluasi smoga kebijakan ini berdampak penurunam angka Covid," tuturnya.
Selain itu, dia mengajak semua pihak untuk benar-benar memperhatikan bahwa semakin banyak yang membutuhkan RS dan semakin banyak membutuhkan ICU. Sedangkan ketersediaan fasilitas kesehatan itu kata dia, juga mengkhawatirkan.
"Agar informasi itu sampai ke rakyat risiko besar bila orang sakit serius tidak tersedia RS, untuk itu dalam membantu dan kerja sama akan situasi seperti ini saya dan kita semua untuk benar-benar patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Sekali lagi, hanya dengan protokol kesehatan yang efektif menyelamatkan kita, namun sebaliknya abai protokol kesehatan lonceng dan alarm bahaya mengintai lingkungan dan rumah kita," ujarnya.
(maf)
Lihat Juga :