Ruang ICU RS di Pulau Jawa Penuh, Kemenkes Diminta Evaluasi SPGDT

Rabu, 06 Januari 2021 - 16:24 WIB
loading...
Ruang ICU RS di Pulau...
Relawan Lapor Covid-19 meminta Kemenkes untuk mengevaluasi Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Relawan Lapor Covid-19 meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengevaluasi Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) setelah penuhnya ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien Covid-19.

Dokter Spesialis Emergency Tri Maharani mengatakan, selama ini rumah sakit di Indonesia sudah memiliki SPGDT namun tidak diterapkan dengan baik. "Sistem itu sudah lama yang bikin profeser ku di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Itu tahun 80-an. Indonesia ini sistem SPGDT-nya lemah. Ada bencana begini jadi lemah lagi," kata Tri saat dihubungi Okezone, Rabu (6/1/2021). (Baca juga: Relawan Lapor Covid-19: ICU Rumah Sakit di Pulau Jawa Sudah Terisi Full 100%)

Tri yang juga relawan tenaga kesehatan Lapor Covid-19 itu menilai seharusnya SPGDT rumah sakit Indonesia sudah kuat lantaran sistemnya sudah dibangun sejak lama. Tapi nggak tahu kok nggak jalan," ucap dia. (Baca juga: Menkes Targetkan Vaksinasi 1,6 Juta Nakes Selesai Februari)

Menurut dia, tidak berjalannya SPGDT di rumah sakit mengakibatkan prehospital care ambyar. Apalagi, lanjut Tri, tingkat keterisian ruang ICU di rumah sakit yang ada di Pulau Jawa sudah full. Tri meminta, pemerintah segera menerapkan protokol kesehatan 7M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, membatasi interaksi, hingga memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Ruang ICU RS di Pulau Jawa Penuh, Kemenkes Diminta Evaluasi SPGDT


"M keenam itu membatasi mobilitas. Indonesia nggak mau lockdown ya sudah diganti membatasi mobilitas. Inggris ada strain baru, Uni Eropa, Taiwan, semuanya lockdown. Malaysia lockdown. Jadi nomor 6 M itu tidak dilakukan. Baru M yang terakhir itu memberikan vaksin," jelas dia.

Tri juga meminta pemerintah untuk menggalakkan dan memperbanyak testing, tracing, tracking, dan treatmen (4T). Dia juga meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak tempat isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19 dengan tanpa gejala. Sehingga, isolasi mandiri warga yang terpapar Covid-19 tidak dilakukan di rumah. "Harusnya itu ruangan yang punya tekanan negatif seperti rumah sakit. Rumah isolasi itu dimana dia tidak berinteraksi dengan orang yang negatif. Jadi kalau di rumah ya itu bukan isolasi mandiri, karena ada yang negatif. Apalagi rumah tipe BTN yang kamarnya cuma 2. Mau isolasi dimana?" tuturnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Berita Terkini
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Infografis
2 Alasan Hamas Sudah...
2 Alasan Hamas Sudah Memiliki Kendali Penuh di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved