Ini Bocoran Kepengurusan PPP Periode 2020-2025

Rabu, 06 Januari 2021 - 12:28 WIB
loading...
Ini Bocoran Kepengurusan...
Kepengurusan PPP 2020-2025 akan didominasi kelompok muda. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PPP terpilih Suharso Monoarfa membocorkan struktur kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2020-2025. Struktur baru ini terdiri atas tiga kelompok manajemen organisasi.

"Dalam waktu dekat, sebagai ketua umum terpilih dibantu oleh formattur saya akan mengumumkan sususan kepengurusan PPP periode 2020-2025. Yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini, bahwa ada tiga kelompok pekerjaan atau tiga kelompok manajemen pengelolaan partai yang akan ada di dalam DPP," kata Suharso dalam acara Tasyakuran Harlah ke-48 PPP yang disiarkan di kanal Youtube resmi PPP, Petiga TV, Selasa (5/1/2021) malam.

Suharso menguraikan, yang pertama adalah kelompok organisasi atau manajemen yang akan mengelola keseharian partai, yang menggerakkan partai sehingga seluruh mesin-mesin partai bisa bergerak hingga ke tingkatan paling bawah.

(Baca juga: Suara Jeblok dan Tak Bergeliat di Pilkada, PPP Follower di Pilpres 2024 ).

Kedua, sambung dia, kelompok yang bisa memberikan pandangan-pandangan kepada publik, pandangan yang dapat dinilai atau dianggap oleh publik menjadi panutan atau trend setter, menciptakan suasana yang baik sehingga bisa mengenalkan, memperluas dan menyosialisasikan partai lewat beragam isu di dalam keseharian kehidupan berbangsa bernegara. "Mereka sangat berperan menunjukkan kehadiran PPP di setiap elemen kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.

Ketiga, kata Suharso, kelompok kerja yang bisa mempertahankan eksistensi PPP ke depan. Kelompok ini sangat penting sekali karena akan menentukan masa depan PPP dalam jangka pendek yakni pemilu 2024, sehingga kelompok ini akan disebut sebagai pekerja elektoral. Para pekerja elektoral ini akan bekerja semaksimal mungkin dan akan dibantu dengan sebuah tim yang menyusun program-program secara terencana, taktis, yang dapat diimplementasikan di lapangan.

(Baca juga: Karier Arwani Thomafi dari DPC Rembang hingga Sekjen PPP ).

"Petugas partai yang punya tugas untuk kerja elektoral ini diharapkan dapat memastikan patografi suara partai yang dulu pernah dikuasai PPP dapat dikuasai kembali," tegas Suharso.

Soal jumlah pengurus DPP PPP ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) ini menjelaskan bahwa dalam AD/ART PPP disebutkan jumlah maksimal pengurus DPP adalah 45. Angka itu masih relatif banyak, karena dia ingin jumlah kepengurusan ada di bawah 40 agar lebih kompak. Dia bersama formatur juga telah menerima daftar riwayat hidup dari masing-masing kader untuk pertimbangkan masuk dalam jajaran kepengurusan yang akan didominasi oleh kelompok muda dengan usia sekitar 40-an.

"Kepengurusan ini mudah-mudahan diwarnai dengan generasi muda yang lebih banyak. Saya berharap yang di usia 40-an itu akan mendominasi jajaran di DPP yang akan datang. Dan jumlah mudah-mudahan tidak melebihi dari 45 sebagaimana digariskan AD/ART. Mudah-mudahan kita bisa membuatnya lebih kompak dengan jumlah yang relatif mungkin di bawah 40," papar Suharso.

Suharso menambahkan, dirinya akan mengumumkan bersamaan dengan peringatan Harlah ke-48 PPP yang akan dilaksanakan sekitar akhir Januari dengan menunjukkan sebuah pertunjukkan digital dari PPP dan akan memperkenalkan masing-masing dari pimpinan harian itu.

(Baca juga: Jalin Komunikasi dengan PPP, Warganet: AHY-Taj Yasin Maimoen Capres-Cawapres 2024 ).

"Sebenarnya besok atau malam ini saya sudah bisa mengumumkan, tetapi kita ingin mencari waktu yang pas sehingga bisa punya efek yang baik dan bisa dikenang masing-masing dari mereka," ungkapnya.

"Peringatan harlah itu akan diikuti oleh TV swasta nasional yang kita kontrak selama satu jam, sehingga bisa diikuti oleh seluruh kader secara nasional. Dan nanti pada saatnya akan diumumkan oleh DPP," pungkas Suharso.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
Ajukan Banding, Sengketa...
Ajukan Banding, Sengketa SK DPP PPP Disebut Belum Inkrah
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Rekomendasi
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved