Suara Jeblok dan Tak Bergeliat di Pilkada, PPP Follower di Pilpres 2024
Rabu, 06 Januari 2021 - 10:05 WIB
loading...
PPP diperkirakan hanya menjadi follower pada Pilpres 2024. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Para ketua umum parpol dinilai memiliki kans yang sama untuk bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun kans mereka masih terus diuji berdasarkan penilaian publik yang terpotret sejumlah lembaga survei nasional.
Merujuk pada hasil survei oleh sejumlah lembaga survei, figur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum mendapatkan respons positif dari masyarakat, termasuk ketua umumnya, Suharso Monoarfa yang baru saja terpilih.
Padahal, dalam sejarahnya PPP pernah menyumbangkan kader terbaiknya. Dari partai berbasis Islam muncul Hamzah Haz yang menjadi Wakil Presiden era Presiden Megawati Soekarnoputri. Terbaru, KH. Ma'ruf Amin, meski Wakil dari Presiden Jokowi itu tak bisa dikatakan murni sebagai kader PPP, tapi Ma'ruf tercatat pernah menjadi wakil rakyat dari partai tersebut.
(Baca: Ganjar Diprediksi Jadi Pilihan Utama PDIP di Pilpres 2024)
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengaku cukup sulit membaca peluang kader PPP di Pilpres 2024. Selain perolehan suara PPP di Pemilu 2019 yang tidak menggemberikan, hasil Pilkada 2020 juga tidak menunjukkan adanya geliat dari partai berlambang kakbah.
Merujuk pada hasil survei oleh sejumlah lembaga survei, figur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum mendapatkan respons positif dari masyarakat, termasuk ketua umumnya, Suharso Monoarfa yang baru saja terpilih.
Padahal, dalam sejarahnya PPP pernah menyumbangkan kader terbaiknya. Dari partai berbasis Islam muncul Hamzah Haz yang menjadi Wakil Presiden era Presiden Megawati Soekarnoputri. Terbaru, KH. Ma'ruf Amin, meski Wakil dari Presiden Jokowi itu tak bisa dikatakan murni sebagai kader PPP, tapi Ma'ruf tercatat pernah menjadi wakil rakyat dari partai tersebut.
(Baca: Ganjar Diprediksi Jadi Pilihan Utama PDIP di Pilpres 2024)
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengaku cukup sulit membaca peluang kader PPP di Pilpres 2024. Selain perolehan suara PPP di Pemilu 2019 yang tidak menggemberikan, hasil Pilkada 2020 juga tidak menunjukkan adanya geliat dari partai berlambang kakbah.
Lihat Juga :