Dari Data BPK, Jokowi Sebut Ada Pemborosan Anggaran Negara
Kamis, 14 Mei 2020 - 19:12 WIB
loading...
Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyerahkan kepada menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 kepada Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyerahkan kepada menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
IHPS II Tahun 2019 ini merupakan ikhtisar dari 488 laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan badan lainnya. (Baca juga: Iuran BPJS Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Abaikan Putusan MA)
"Saya menyampaikan IHPS II 2019 itu kita ungkap 4.094 temuan, yang memuat 5.480 permasalah," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Jokowi mengatakan, dari temuan tersebut sebagian besar adalah masalah pemborosan. Di mana masih ada inefisiensi dan ketidakefektivan dalam laporan tersebut.
"2.784 atau 51% adalah masalahnya ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektivan sebesar Rp1,35 triliun," ungkapnya.
IHPS II Tahun 2019 ini merupakan ikhtisar dari 488 laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan badan lainnya. (Baca juga: Iuran BPJS Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Abaikan Putusan MA)
"Saya menyampaikan IHPS II 2019 itu kita ungkap 4.094 temuan, yang memuat 5.480 permasalah," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Jokowi mengatakan, dari temuan tersebut sebagian besar adalah masalah pemborosan. Di mana masih ada inefisiensi dan ketidakefektivan dalam laporan tersebut.
"2.784 atau 51% adalah masalahnya ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektivan sebesar Rp1,35 triliun," ungkapnya.
Lihat Juga :