DPR Minta Kemlu Tegas Sikapi Drone Asing di Perairan Indonesia
Minggu, 03 Januari 2021 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, keamanan bawah laut Indonesia menjadi tantangan serius yang wajib diatasi pemerintah, sehingga modernisasi peralatan deteksi bawah laut perlu diperkuat. "Kedua, drone bawah air ini juga adalah tugas Menhan agar meresponsnya, apakah alutsista RI sudah mampu mendeteksi senjata ini?" ujarnya.
Bobby mengingatkan baru-baru ini Menhan Prabowo Subianto menerima Menhan RRT Wei Fenghe pada September 2020. "Tidak lama berselang ada kejadian ini, dan disebutkan drone ini milik RRT? Jangan hanya karena ada ketergantungan soal supply chain medis Covid-19 atau hal lainnya, membuat sikap pemerintah baik Kemenlu atau Kemhan lemas dengan RRT," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin. Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda itu adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.
Davis menilai insiden itu patut diwaspadai karena drone tersebut ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia. Menurut Davis, hal tersebut merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.
Bobby mengingatkan baru-baru ini Menhan Prabowo Subianto menerima Menhan RRT Wei Fenghe pada September 2020. "Tidak lama berselang ada kejadian ini, dan disebutkan drone ini milik RRT? Jangan hanya karena ada ketergantungan soal supply chain medis Covid-19 atau hal lainnya, membuat sikap pemerintah baik Kemenlu atau Kemhan lemas dengan RRT," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin. Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda itu adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.
Davis menilai insiden itu patut diwaspadai karena drone tersebut ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia. Menurut Davis, hal tersebut merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.
(maf)
Lihat Juga :