Catatan Merah Demokrat untuk Penegakan HAM dan Kebebasan Sipil di 2020

Kamis, 31 Desember 2020 - 12:43 WIB
loading...
Catatan Merah Demokrat...
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto memberikan catatan merah terhadap penegakan HAM dan kebebasan sipil di era pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di penghujung tahun, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto memberikan catatan seputar penegakan hukum dan HAM untuk pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sepanjang 2020. Dan penegakan hukum terkait kebebasan sipil dan HAM menjadi catatan buruk yang perlu perhatian pemerintah di tahun-tahun berikutnya.

(Baca juga : Tubuh Gempal Conor McGregor Lumat Dustin Poirier Kedua Kalinya )

"Seperti harapan kita semua, tentu hadirnya negara dan kinerja pemerintah bersama segenap aparatnya dari tahun-tahun akan semakin menunjukkan keberpihakannya kepada keadilan, kesejahteraan dengan menjunjung tinggi perhormatan terhadap hak-hak sipil dan warga negaranya. Harapan ini tentu juga tidak lepas dari bagaimana political will untuk terus transparan, akuntabel dengan melibatkan partisipasi publik secara utuh," kata Didik kepada SINDOnews, Kamis (31/12/2020). (Baca juga: Munarman dkk Bentuk Front Persatuan Islam, Pemerintah Diminta Tak Menghambat)

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat ini melihat, penegakan hukum, keadilan dan HAM selama 2020 masih dihadapkan kepada tantangan akan hadirnya keadilan yang utuh dan penghargaan hak-hak sipil yang belum terkonsolidasi perwujudannya dengan baik. Potensi beberapa tantangan terkait dengan penegakan hukum khususnya kebebasan sipil, ruang partisipasi publik yang terbatas karena pandemi, dan konsolidasi aparat keamanan dalam ruang publik semakin meluas masih menjadi pertanyaan dan kekhawatiran. (Baca juga: Memprihatinkan, Tren Pelanggaran HAM di Indonesia Meningkat Setahun Terakhir)

"Anggapan regresi penegakan hukum dan HAM ini juga dirasakan terkait dengan potensi politisasi penegakan hukum. Aparat penegak hukum dalam kadar tertentu yang dianggap menjadi alat (tools) bagi kekuasaan untuk menekan kritik dan lawan politik dengan menggunakan perangkat hukum masih mewarnai persepsi publik di tahun 2020," ujarnya. (Baca juga: LPSK Lindungi 3.867 Korban Kasus Dugaan Pelanggaran HAM)

Menurut Didik, kewenangan tanpa perimbangan yang dimiliki aparat keamanan, semakin hari dianggap semakin menguat. Ia khawatir bahwa rezim otoriter era Orde Baru (Orba) yang mempergunakan tentara sebagai alat pukul utamanya, akan terulang lagi dengan potensi munculnya otoritarian baru yang mengatasnamakan penegakan hukum sebagai alat pukul. "Belum lagi harapan hadirnya penyelesaian berbagai bentuk pelanggaran HAM yang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, masih menjadi catatan yang harus menjadi perhatian dan keseriusan pemerintah di tahun 2021 mendatang," sambung Didik.

(Baca juga : Derivatsiya-PVO, Senjata Baru Pemusnah Drone Milik Rusia )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Rekomendasi
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Berita Terkini
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved