2020, Tahun Pandemi dan Dimulainya Perang Siber

Kamis, 31 Desember 2020 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Tiga lapisan ruang siber yang dilindungi antara lain lapisan infrastruktur dan lokasi fisik, lapisan jaringan logika, serta lapisan interaksi antara manusia dan ruang siber. Ancaman terhadap ruang siber inilah yang harus diidentifikasi dan disiapkan strategi menghadapi serangannya. Selama 2020 serangan siber yang menargetkan jaringan sosial dipuncaki oleh konten provokatif, hoaks, dan penipuan daring, sementara serangan logis didominasi oleh serangan Trojan dan pengumpulan informasi.

BSSN juga telah menyiapkan standardisasi kompetensi untuk personel Security Operation Center (SOC), satu unit penting bagi organisasi dalam menghadapi insiden siber. Fungsi SOC yang terdiri atas pemantauan, deteksi, respons insiden dan pascainsiden (forensik digital salah satunya) menjadi kritikal pada organisasi yang mempunyai risiko tinggi mengalami serangan siber. Proses penyiapan SKKNI SOC dilakukan sejak Maret dan telah dilakukan konvensi pada akhir September dengan melibatkan lebih dari 300 orang peserta seluruh Indonesia. Diharapkan pada awal 2021 SKKNI ini segera diresmikan oleh Kemenaker untuk menjadi patokan organisasi menyiapkan SDM SOC-nya.

SolarWind Breach
Jika Indonesia saja mengalami peningkatan serangan siber yang luar biasa, negara seperti Amerika lebih lagi. Di tengah kesibukan dalam menghadapi pandemi dan mengadakan pilpres, Amerika dikejutkan dengan serangan spionase lewat jalur rantai suplai salah satu penyedia layanan manajemen jaringan SolarWind. Serangan yang teridentifikasi pertama kali karena bobolnya FireEye pada Desember, ternyata telah dimulai operasinya sejak Maret.

Dengan melihat tingkat kecanggihan metode dan begitu lamanya APT ini tidak diketahui, hanyalah state-actor yang memiliki kemampuan dan sumber daya tersebut. Tentu ini akan mengundang retaliasi atau pembalasan yang sangat keras dan bisa saja akan berkembang menjadi peperangan siber.

APT adalah aksi serangan menggunakan teknik-teknik yang lebih canggih dengan segala macam cara untuk dapat masuk ke suatu sistem untuk mencapai tujuan serangan tersebut. Sering kali proses serangan ini membutuhkan waktu lama dengan proses yang berbelit dan menggunakan banyak tools. Salah satu ciri APT adalah susah terdeteksi dan bisa lama sekali berada di dalam suatu sistem atau jaringan, bersembunyi sambil memantau mencari celah lain untuk ditembus atau kredensial yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri data atau menghancurkan target.

Dunia internet yang pada 2020 telah berkembang dengan cepat karena dipaksa oleh kondisi pandemi, pada 2021 mungkin akan berkembang ke arah yang berbeda akibat kejadian tersebut. Apabila dilihat fakta bagaimana serangan siber ke Indonesia meningkat tajam dan telah ada serangan APT Naikon pada Mei dan deteksi APT Zabrocy yang menargetkan Indonesia, sangat mungkin sekali ada banyak bentuk serangan APT di Indonesia yang belum terdeteksi.

Jika serangan spionase yang mencuri informasi sudah berhasil dilakukan, serangan CPS (cyber to physical system) yang menargetkan perusakan infrastruktur informasi vital menjadi tahapan berikutnya.

Siapkah Indonesia menghadapi hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan (HTAG) ini pada 2021?
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Strategis Indonesia...
Posisi Strategis Indonesia Jadi Incaran Asing, Kesadaran Antispionase Perlu Diperkuat
Habis Gelap Terbitlah...
Habis Gelap Terbitlah Terang Digital, Semangat Kartini di Era Siber
Medan Perang AS-Israel...
Medan Perang AS-Israel vs Iran di Ruang Asimetris Tak Kasat Mata
Lokataru Soroti Konflik...
Lokataru Soroti Konflik Kepentingan di RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
KSAU Resmikan Satuan...
KSAU Resmikan Satuan Antariksa sebagai Antisipasi Ancaman Modern
Wamenkomdigi: AI Ubah...
Wamenkomdigi: AI Ubah Pola Serangan Siber Jadi Lebih Cepat dan Masif
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Synology Catat Tingkat...
Synology Catat Tingkat Rekomendasi Pengguna Capai 98% di Sektor Proteksi Data
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Digital, Sekda Berprestasi Belajar Keamanan Siber di Korsel
Rekomendasi
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved