Medan Perang AS-Israel vs Iran di Ruang Asimetris Tak Kasat Mata

Rabu, 04 Maret 2026 - 17:18 WIB
loading...
Medan Perang AS-Israel...
Fauzia G. Cempaka Timur. FOTO/DOK.PRIBADI
A A A
Fauzia G. Cempaka Timur
Senior Analyst Indo-Pacific Strategic Intelligence

DI BAWAH layar gawai yang dipegang oleh jutaan warga sipil, saat ini tersembunyi sebuah jaringan senjata tak kasat mata yang berpotensi merusak dari dalam. Pada suatu hari di penghujung Februari 2026, dunia terkejut menyaksikan serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negara Iran. Sirene meraung di berbagai wilayah, sementara medan pertempuran ini tidak lagi sekadar dibatasi oleh demarkasi wilayah fisik dan pertukaran rudal balistik.

Sebuah aplikasi doa (prayer app) yang sangat populer di Iran, Bade Saba, diduga diretas secara presisi oleh intelijen Israel dan AS. Pesan-pesan berbahasa Persia yang menyusup melalui notifikasi otomatis bertuliskan "bantuan telah tiba" ini menjangkau lebih dari lima juta pengguna yang telah mengunduh aplikasi tersebut. Iran merespons dengan memutus akses internet selama 36 jam, indikasi yang memperlihatkan betapa efektifnya serangan kognitif tersebut mengguncang stabilitas rezim.

Aplikasi yang sejatinya merupakan ruang spiritual tersebut diubah menjadi proyektil subversif, mengirimkan pesan-pesan yang secara langsung mendesak anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengkhianati rezim. Ini adalah wujud nyata dari peperangan generasi ke-5 di era peperangan asimetris, ketika keunggulan teknologi dimanfaatkan sebagai sasaran bidik akan kelemahan psikologis lawan. Sebelum menghancurkan setiap jengkal fasilitas militer musuh secara fisik; fondasi untuk menghancurkan kohesi pikiran dan loyalitas prajuritnya telah lebih dulu dibangun dari dalam.

Dentuman bom mengguncang Teheran dan sejumlah kota di Iran, diiringi dengan retasnya jaringan komunikasi dan aplikasi keagamaan yang digunakan oleh jutaan warga. Israel, dengan dukungan penuh AS, telah dan sedang melancarkan operasi militer dan kognitif yang mereka sebut sebagai upaya "pencegahan" eskalasi nuklir dan dukungan terhadap proksi militan.

Serangan tersebut tak ayal merusak infrastruktur fisik, menewaskan pucuk kepemimpinan tertinggi Iran, melukai warga sipil, dan menciptakan atmosfer ketakutan baru di sebuah kawasan yang sudah lama tidak mengenal damai sejati.

Di balik klaim "pencegahan" dan "legitimasi keamanan" yang berulang itu, tersembunyi paradoks yang lebih mendasar. Analisis European Council on Foreign Relations (ECFR) secara tegas menyatakan bahwa perang ini adalah "perang tanpa pemenang" (a war with no winners) di mana setiap aktor yang terlibat akan meninggalkan konflik dengan kerugian yang lebih besar daripada saat mereka memasukinya. Tujuan AS sendiri tidak jelas dalam perang ini. Apakah ini soal pencegahan nuklir, pelucutan misil balistik, pembebasan rakyat Iran, atau pergantian rezim secara total.

Pola eskalasi ini bukanlah peristiwa tunggal. Perang 12 Hari pada Juni 2025 menjadi preseden penting bahwa narasi perdamaian masih jauh panggang dari api. Rangkaian sabotase, peretasan, dan operasi propaganda selama tahun 2024-2025 menunjukkan bahwa domain siber dan narasi bukan sekadar "pendamping", melainkan bagian inti dari desain konflik asimetris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bakal Hadiri Prosesi...
Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatulloh Khamenei, Ketua MPR: Saya Diutus Presiden
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
Rekomendasi
Narantraya Jeihan Borong...
Narantraya Jeihan Borong 3 Podium di JJ All Star 2026, Bidik Prestasi Bersama Ideale di PORPROV Jabar
Kisah Ghetto Kids: Dari...
Kisah Ghetto Kids: Dari Gang Sempit Kampala ke Panggung Piala Dunia dan Berduet dengan Shakira
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Berita Terkini
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved