Ditanya soal Politik Indonesia, Shamsi Ali Ungkap Sejarah Kekuasaan
Kamis, 24 Desember 2020 - 18:57 WIB
loading...
Pendiri Nusantara Foundation Shamsi Ali mengingatkan agar kejujuran dan keadilan dijaga agar bangsa Indonesia tetap terpelihara. Foto/youtube Refly Harun
A
A
A
JAKARTA - Kendati hidup jauh dari Indonesia, Shamsi Ali selalu memperhatikan dinamika politik di Tanah Air. Hal itu pun ditanyakan Refly Harun saat berbincang dengan mantan Imam Besar Komunitas Muslim New York, Amerika Serikat ini.
Menurut dia, dari perspektif agama memang tercatat masa-masa di mana kekuasaan mengalami kepanikan. Sebagai contoh Shamsi Ali mengingatkan kisah Firaun, yang dengan segala kekuasaannya takut menghadapi Musa. Begitu juga dengan Raja Namrud ketika berhadapan dengan Ibrahim.
”Namrud yang begitu kuat, yang merasa bisa melawan Tuhan, ketika dihadapi oleh Ibrahim, panik juga kan?” tutur pendiri Nusantara Foundation di Amerika Serikat itu dalam perbincangannya dengan Refly Harun yang diunggah di Youtube, Kamis (24/12/2020).
(Baca:Sindir Pemimpin Dunia, Imam Shamsi Ali: Saat Semua Berakhir, Apa Yang Dibanggakan?)
Saking paniknya, lanjut Shamsi Ali, Namrud sampai meminta rakyatnya untuk membantu tuhan-tuhan mereka. Karena sudah kehabisan akal, kehabisan logika, maka jalan satu-satunya adalah menghabisi Ibrahim. Maka dia lempar Ibrahim ke dalam api.
Menurut dia, dari perspektif agama memang tercatat masa-masa di mana kekuasaan mengalami kepanikan. Sebagai contoh Shamsi Ali mengingatkan kisah Firaun, yang dengan segala kekuasaannya takut menghadapi Musa. Begitu juga dengan Raja Namrud ketika berhadapan dengan Ibrahim.
”Namrud yang begitu kuat, yang merasa bisa melawan Tuhan, ketika dihadapi oleh Ibrahim, panik juga kan?” tutur pendiri Nusantara Foundation di Amerika Serikat itu dalam perbincangannya dengan Refly Harun yang diunggah di Youtube, Kamis (24/12/2020).
(Baca:Sindir Pemimpin Dunia, Imam Shamsi Ali: Saat Semua Berakhir, Apa Yang Dibanggakan?)
Saking paniknya, lanjut Shamsi Ali, Namrud sampai meminta rakyatnya untuk membantu tuhan-tuhan mereka. Karena sudah kehabisan akal, kehabisan logika, maka jalan satu-satunya adalah menghabisi Ibrahim. Maka dia lempar Ibrahim ke dalam api.
Lihat Juga :