Jokowi Tokoh Muslim Berpengaruh, MPR: Pacu Kiprah Indonesia di Dunia Islam

Rabu, 16 Desember 2020 - 16:55 WIB
loading...
Jokowi Tokoh Muslim...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam daftar tokoh muslim berpengaruh dunia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam daftar tokoh muslim berpengaruh dunia. Dalam ajang penghargaan The Muslim 500: The World 500's Most Influential Moslem in the World 2021, nama Jokowi menempati urutan ke-12. Pada tahun sebelumnya, Jokowi ada di peringkat ke-13.

(Baca juga : Transaski Tembus USD44 Miliar, Indonesia Jadi Raja Ekonomi Digital di ASEAN )

Selain Jokowi, ada pula nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dan ulama/anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya. Said Aqil berada di posisi ke-18 dan Habib Lutfi berada di peringkat ke-32. Nama paling atas adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

(Baca juga : Kisruh Habib Rizieq, Ridwan Kamil Tuntut Tanggung Jawab Mahfud MD )

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia mestinya memiliki peluang untuk tokoh atau pemimpin yang masuk di urutan lima besar.

(Baca juga : Jokowi: Kinerja Penegakan Hukum Bukan dari Banyaknya Temuan Kasus Korupsi )

"Tetapi memang keadaan dunia yang berubah karena konflik dan lain-lain, kita sendiri di Indonesia mengalami krisis. Hal yang lebih penting penghargaan dunia kepada Pak Jokowi yang menempati urutan 12 patut diapresiasi. Ini kita harapkan menjadi motivasi sekaligus penyemangat kepada Pak Jokowi khususnya, dan umat Islam Indonesia untuk bisa lebih berkiprah di dunia internasional," ujarnya, Rabu (16/12/2020).(Baca juga: Jokowi Urutan 12 Tokoh Muslim Berpengaruh )

Pria yang biasa disapa Gus Jazil ini bersyukur karena dalam daftar tokoh muslim berpengaruh dunia juga ada nama dua tokoh NU lainnya yakni Kiai Said Aqil Siroj dan Habib Luthfi.

"Alhamdulillah dari kalangan Nahdlatul Ulama khususnya Pak Kiai Said Aqil Siroj juga masuk di jajaran orang yang memiliki pengaruh kepada kehidupan umat Islam di dunia," ungkapnya.(Baca juga: Jokowi, Said Aqil dan Habib Luthfi Tokoh Muslim Berpengaruh, PDIP: Bukti Pengakuan Dunia )

Dengan penghargaan ini, Gus Jazil berharap Jokowi bisa lebih memberikan perhatian melalui berbagai kebijakan, khususnya kepada umat Islam di Indonesia. Termasuk juga memerankan peran strategisnya pada diplomasi di dunia-dunia Islam.

"Peran diplomasi ini kelihatannya memang kurang begitu menonjol, tetapi masih terbuka peluang untuk tahun-tahun depan. Ini penting untuk melakukan kiprah internasionalnya dan termasuk juga ormas-ormas, tokoh-tokoh Islam yang lain, ini juga perlu meningkatkan kiprahnya di kepemimpinan dunia internasional," tuturnya.

(Baca juga : Jokowi Datang ke Gedung KPK, Firli Bahuri Bangga dan Bahagia )

Kepada NU, Gus Jazil berharap jangan hanya menjadi organisasi besar di Indonesia, tapi juga memiliki pengaruh yang kuat di dunia atau di belahan negara Islam lainnya. "Kuncinya pertama pada SDM, sumber daya manusia Islam Indonesia perlu ditingkatkan. Kedua pemberdayaan ekonomi umat ini juga penting untuk diperhatikan karena untuk bisa berkiprah, harus memiliki modal ilmu pengetahuan sekaligus ekonomi yang kuat," lanjutnya.

Mengenai pikiran konsep Islam yang damai yang memberikan bisa memberikan kiprah, menurut Gus Jazil, Indonesia adalah gudangnya. Namun, untuk bisa mentransfer ke belahan negara Islam yang lain yang sekarang mengalami konflik, seperti di Libya, Yaman, Suriah maupun Palestina, peran Indonesia masih perlu ditingkatkan.

"Pak Jokowi juga sudah merintis, tapi belum terlalu kuat. Dengan adanya penghargaan ini menjadi pemicu buat kita semua sebagai negara yang mayoritas Islam untuk berkiprah lebih dominan, lebih dirasakan dunia Islam," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved