Jokowi Urutan 12 Tokoh Muslim Berpengaruh
Rabu, 16 Desember 2020 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Tokoh Indonesia lainnya yang masuk muslim paling berpengaruh di dunia pada 2019 ialah KH Said Aqil Siradj. Said berada di urutan ke-19 dan merupakan sekolom tokoh di luar politisi yang masuk 25 besar. Pengaruhnya amat luas karena dia merupakan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki 40 juta anggota.
“Said merupakan kepala organisasi muslim independen terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi Islam paling berpengaruh di dunia,” ungkap RISSC. KH Said membawahi jutaan orang melalui jaringan NU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan internasional dengan lima struktur, mulai dari pengurus pusat hingga pengurus ranting.
RISCC juga menyebut NU memiliki kontribusi yang besar di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Seperti pendahulunya, Said menjadikan NU sebagai organisasi yang mendukung aturan antikorupsi, reformasi sosial, anti-SARA, hingga HAM. (Baca juga: Guardiola: Arsenal Harus Percaya Pada Arteta)
Jokowi dan Said bukanlah satu-satunya tokoh Indonesia yang masuk daftar muslim paling berpengaruh di dunia mengingat RISCC merilis 500 nama. Namun, kedua tokoh Indonesia itu memiliki pengaruh yang besar dan luas seperti tokoh-tokoh muslim dunia yang lain, baik yang menjadi politikus ataupun kepala organisasi.
Tokoh Indonesia lain yang masuk daftar ialah Habib Lutfhi, Din Syamsuddin, KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Ahmad Syafii Maarif, Anis Matta, Prabowo Subianto, Megawati Sukarnoputri, KH Miftahul Acyhar, KH Ma’ruf Amin, KH Haedar Nasir, KH Yahya Cholil Staquf, dan Abdullah Gymnastiar.
Kemudian Quraish Shihab, Haidar Bagir, Sri Mulyani Indrawati, Tri Mumpuni, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Hajjah Maria Ulfah, Goenawan Mohamad, dan Abu Bakar Baasyir. Semuanya dinilai memiliki pengaruh besar. Namun, di luar 50 besar, daftar itu diurutkan berdasarkan kategori, benua, negara, dan nama tokoh. (Lihat videonya: Tips Aman Berwisata Pantai saat Pandemi)
RISSC mengakui tantangan terbesar dalam publikasi seperti ini ialah ketidakpastian dalam mengukur pengaruh. Sebab, pengaruh terkadang dapat diukur melalui cara kuantitatif seperti jumlah pengikut, buku, penjualan, tetapi juga terkadang harus diukur lewat kualitatif seperti dampak dalam jangka panjang. (Muh Shamil)
“Said merupakan kepala organisasi muslim independen terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi Islam paling berpengaruh di dunia,” ungkap RISSC. KH Said membawahi jutaan orang melalui jaringan NU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan internasional dengan lima struktur, mulai dari pengurus pusat hingga pengurus ranting.
RISCC juga menyebut NU memiliki kontribusi yang besar di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Seperti pendahulunya, Said menjadikan NU sebagai organisasi yang mendukung aturan antikorupsi, reformasi sosial, anti-SARA, hingga HAM. (Baca juga: Guardiola: Arsenal Harus Percaya Pada Arteta)
Jokowi dan Said bukanlah satu-satunya tokoh Indonesia yang masuk daftar muslim paling berpengaruh di dunia mengingat RISCC merilis 500 nama. Namun, kedua tokoh Indonesia itu memiliki pengaruh yang besar dan luas seperti tokoh-tokoh muslim dunia yang lain, baik yang menjadi politikus ataupun kepala organisasi.
Tokoh Indonesia lain yang masuk daftar ialah Habib Lutfhi, Din Syamsuddin, KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Ahmad Syafii Maarif, Anis Matta, Prabowo Subianto, Megawati Sukarnoputri, KH Miftahul Acyhar, KH Ma’ruf Amin, KH Haedar Nasir, KH Yahya Cholil Staquf, dan Abdullah Gymnastiar.
Kemudian Quraish Shihab, Haidar Bagir, Sri Mulyani Indrawati, Tri Mumpuni, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Hajjah Maria Ulfah, Goenawan Mohamad, dan Abu Bakar Baasyir. Semuanya dinilai memiliki pengaruh besar. Namun, di luar 50 besar, daftar itu diurutkan berdasarkan kategori, benua, negara, dan nama tokoh. (Lihat videonya: Tips Aman Berwisata Pantai saat Pandemi)
RISSC mengakui tantangan terbesar dalam publikasi seperti ini ialah ketidakpastian dalam mengukur pengaruh. Sebab, pengaruh terkadang dapat diukur melalui cara kuantitatif seperti jumlah pengikut, buku, penjualan, tetapi juga terkadang harus diukur lewat kualitatif seperti dampak dalam jangka panjang. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :