Jokowi Urutan 12 Tokoh Muslim Berpengaruh
Rabu, 16 Desember 2020 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
The Muslim 500 menyatakan saat ini ada 1,9 miliar umat Islam di dunia atau 26% dari total populasi dunia. Nilai 'pengaruh' dinilai dari sejauh mana dia memiliki kekuatan, baik secara budaya, ideologis, keuangan, politik, atau lainnya untuk membuat perubahan yang akan berdampak signifikan pada dunia Islam.
Selain pejabat dan atlet besar, perintis atau tokoh yang tinggal di daerah terpencil juga diperhitungkan. "Kami memberikan bobot kepada orang-orang yang mendobrak batasan dan memberikan pengaruh positif terhadap dunia. Ini berarti daftar nama kami akan berubah secara bertahap," ungkap The Muslim 500. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Sedikitnya, ada 13 aspek yang diperhitungkan, yakni ilmiah, politik, administrasi urusan agama, juru dakwah dan pembimbing spiritual, filantropi lembaga amal atau pembangunan, isu sosial, bisnis, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, pelafal Alquran, media massa, selebritas dan atlet, serta ekstremis.
Sebelumnya, sebagai pemimpin Indonesia, Jokowi juga masuk ke daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia pada 2019 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Saat itu, Jokowi berada di urutan ke-13, naik sebanyak tiga peringkat dari setahun sebelumnya. “Jokowi terpilih menjadi Presiden Indonesia untuk kedua kali pada Pilpres April 2019 dengan perolehan suara 55,5%,” ungkap RISSC, dalam dokumennya.
“Dengan adanya oposisi yang meragukan pendiriannya terhadap Islam, Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden,” tutur RISSC.
Jokowi lahir dari keluarga sederhana di Jawa Tengah. Ayahnya menjalankan bisnis furnitur yang terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap berjuang demi menyekolahkan Jokowi hingga lulus kuliah.
Jokowi sempat bekerja selama tiga tahun di perusahaan kehutanan di Aceh sebelum terjun ke dunia politik. Dia terpilih menjadi Wali Kota Solo pada 2005, Gubernur Jakarta pada 2012, dan Presiden Indonesia pada 2014. RISSC menyatakan Jokowi sukses menjaga reputasinya sebagai seorang politikus yang bersih. “Jokowi juga dikenal sebagai pejabat pemerintah yang membudayakan blusukan, yakni mengunjungi, melihat, dan mendengar langsung keluhan warga,” ungkap RISSC. (Baca juga: Masker Wajah Mirip Power Ranger Cegah Infeksi Covid-19)
Selain memperkuat hubungan secara personal, hal tersebut menurut RISSC juga membuatnya mampu menyelesaikan keprihatinan dan keluhan warga.
Selain pejabat dan atlet besar, perintis atau tokoh yang tinggal di daerah terpencil juga diperhitungkan. "Kami memberikan bobot kepada orang-orang yang mendobrak batasan dan memberikan pengaruh positif terhadap dunia. Ini berarti daftar nama kami akan berubah secara bertahap," ungkap The Muslim 500. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat)
Sedikitnya, ada 13 aspek yang diperhitungkan, yakni ilmiah, politik, administrasi urusan agama, juru dakwah dan pembimbing spiritual, filantropi lembaga amal atau pembangunan, isu sosial, bisnis, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, pelafal Alquran, media massa, selebritas dan atlet, serta ekstremis.
Sebelumnya, sebagai pemimpin Indonesia, Jokowi juga masuk ke daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia pada 2019 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Saat itu, Jokowi berada di urutan ke-13, naik sebanyak tiga peringkat dari setahun sebelumnya. “Jokowi terpilih menjadi Presiden Indonesia untuk kedua kali pada Pilpres April 2019 dengan perolehan suara 55,5%,” ungkap RISSC, dalam dokumennya.
“Dengan adanya oposisi yang meragukan pendiriannya terhadap Islam, Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden,” tutur RISSC.
Jokowi lahir dari keluarga sederhana di Jawa Tengah. Ayahnya menjalankan bisnis furnitur yang terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap berjuang demi menyekolahkan Jokowi hingga lulus kuliah.
Jokowi sempat bekerja selama tiga tahun di perusahaan kehutanan di Aceh sebelum terjun ke dunia politik. Dia terpilih menjadi Wali Kota Solo pada 2005, Gubernur Jakarta pada 2012, dan Presiden Indonesia pada 2014. RISSC menyatakan Jokowi sukses menjaga reputasinya sebagai seorang politikus yang bersih. “Jokowi juga dikenal sebagai pejabat pemerintah yang membudayakan blusukan, yakni mengunjungi, melihat, dan mendengar langsung keluhan warga,” ungkap RISSC. (Baca juga: Masker Wajah Mirip Power Ranger Cegah Infeksi Covid-19)
Selain memperkuat hubungan secara personal, hal tersebut menurut RISSC juga membuatnya mampu menyelesaikan keprihatinan dan keluhan warga.
Lihat Juga :