DPR Ingatkan BPOM-Kemenkes Perhatikan Kehalalan Vaksin COVID-19
Selasa, 15 Desember 2020 - 21:08 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menekankan pentingnya sertifikasi halal untuk vaksin COVID-19 yang akan segera divaksinasi ke penduduk Indonesia. FOTO/DOK.dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menekankan pentingnya sertifikasi halal untuk vaksin COVID-19 yang akan segera divaksinasi ke penduduk Indonesia. Untuk itu, ia mengingatkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengawal kehalalan vaksin ini.
Hal ini disampaikan Mufida secara virtual bersama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam diskusi yang bertajuk "Menanti Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
"Jadi kita titip pesan ke BPOM, kita titip pesan ke Kementerian Kesehatan yang ikut mengawal vaksin ini, supaya proses kehalalan ini benar-benar menjadi perhatian sejak awal dan sudah dijelaskan pada saat itu, rapat sebelum reses yang kemarin, itu sudah dijelaskan sudah ikut sampai ke Wuhan untuk ikut melihat vaksinnya dan katanya dari MUI ada yang ikut sampai ke sinovac-nya, benar atau tidak saya tidak tahu," kata Mufida. (Baca juga: Demokrat Minta Vaksin COVID-19 Diberikan Gratis untuk Seluruh Rakyat )
Namun demikian, Mufida menjelaskan, pada rapat dengan Komisi IX DPR pada Kamis (10/12/2020) lalu, jawaban mereka masih dalam proses. Kemungkinkan prosesnya masih berjalan, seperti dokumen dan hasil penelitiannya, sebagaimana yang dijelaskan oleh MUI.
"Kita kemarin sudah membahas secara detail pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2020, kita mengadakan RDP yang dihadiri oleh bapak Menteri Kesehatan, bapak Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kepala BPOM serta Dirut Bio Farma juga hadir dalam rapat tersebut," katanya.
Hal ini disampaikan Mufida secara virtual bersama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam diskusi yang bertajuk "Menanti Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
"Jadi kita titip pesan ke BPOM, kita titip pesan ke Kementerian Kesehatan yang ikut mengawal vaksin ini, supaya proses kehalalan ini benar-benar menjadi perhatian sejak awal dan sudah dijelaskan pada saat itu, rapat sebelum reses yang kemarin, itu sudah dijelaskan sudah ikut sampai ke Wuhan untuk ikut melihat vaksinnya dan katanya dari MUI ada yang ikut sampai ke sinovac-nya, benar atau tidak saya tidak tahu," kata Mufida. (Baca juga: Demokrat Minta Vaksin COVID-19 Diberikan Gratis untuk Seluruh Rakyat )
Namun demikian, Mufida menjelaskan, pada rapat dengan Komisi IX DPR pada Kamis (10/12/2020) lalu, jawaban mereka masih dalam proses. Kemungkinkan prosesnya masih berjalan, seperti dokumen dan hasil penelitiannya, sebagaimana yang dijelaskan oleh MUI.
"Kita kemarin sudah membahas secara detail pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2020, kita mengadakan RDP yang dihadiri oleh bapak Menteri Kesehatan, bapak Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kepala BPOM serta Dirut Bio Farma juga hadir dalam rapat tersebut," katanya.
Lihat Juga :