Peringati HUT ke-31, Ketum Mastel Sarwoto: Siap Jawab Tantangan Digital
Kamis, 19 Desember 2024 - 09:43 WIB
loading...
Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pihaknya akan ikut serta menjawab tantangan-tantangan digitalisasi.
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menyelenggarakan acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 31. Perayaan itu diadakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada hari ini, Rabu, 18 Desember 2024.
Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pihaknya akan ikut serta menjawab tantangan-tantangan digitalisasi. "Hari ini Mastel berulang tahun ke 31 pada kesempatan ini kita semua mendapatkan arahan-arahan tadi dari banyak terutama dari pemegang policy dan regulasi," kata Sarwoto.
"Di mana dengan arahan tadi kita industri khususnya anggota Mastel yang berjumlah 30 asosiasi dan juga 112 perusahaan dan para pakar dan akademisi ini akan bersatu khususnya dalam menjawab tantangan-tantangan kita baik dari segi infrastruktur digital," sambungnya.
Baca juga: Indonesia Diprediksi Jadi Pusat Inovasi Telematika dan IoT
Mastel, kata Sarwoto, juga ikut serta menjaga ruang-ruang digital dari efek negatif digitalisasi. "Karena kita menyatukan satu visi yang sama dengan visi pemerintahan sekarang dimana sangat percaya bahwa digitalisasi menjadi suatu faktor penentu untuk target-target ekonomi maupun sosial kita," kata Sarwoto.
Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pihaknya akan ikut serta menjawab tantangan-tantangan digitalisasi. "Hari ini Mastel berulang tahun ke 31 pada kesempatan ini kita semua mendapatkan arahan-arahan tadi dari banyak terutama dari pemegang policy dan regulasi," kata Sarwoto.
"Di mana dengan arahan tadi kita industri khususnya anggota Mastel yang berjumlah 30 asosiasi dan juga 112 perusahaan dan para pakar dan akademisi ini akan bersatu khususnya dalam menjawab tantangan-tantangan kita baik dari segi infrastruktur digital," sambungnya.
Baca juga: Indonesia Diprediksi Jadi Pusat Inovasi Telematika dan IoT
Mastel, kata Sarwoto, juga ikut serta menjaga ruang-ruang digital dari efek negatif digitalisasi. "Karena kita menyatukan satu visi yang sama dengan visi pemerintahan sekarang dimana sangat percaya bahwa digitalisasi menjadi suatu faktor penentu untuk target-target ekonomi maupun sosial kita," kata Sarwoto.
Lihat Juga :