Perbanyak Diseminasi Narasi Lawan Propaganda Radikalisme
Minggu, 13 Desember 2020 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan bahwa konten televisi ini akan terdiseminasi dalam akun-akun media sosial secara resmi. Itu merupakan hasil kreasi anak-anak bangsa yang cinta kepada negara Indonesia, cinta perdamaian, cinta hidup harmoni di NKRI, dan yang cinta tumbuh berkembangnya semangat hidup bertoleransi.
“Saluran komunikasi publik ini diharapkan dapat menjadi salah satu saluran komunikasi untuk mengimbangi berbagai imformasi yang disebarluaskan oleh pengusung ideologi terorisme,” tutur mantan Kapolda Papua ini.(Baca juga: Lima Tahun Berturut-turut, Angka Kematian Global Akibat Terorisme Turun )
Boy Rafli menguraikan, ideologi terorisme ini merupakan antitesa dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan demikian pihaknya harus jadi secara terstruktur, sistematis dapat meyakinkan kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh jaringan terorisme dengan paham radikal intoleran bukan pilihan yagn baik bagi indonesia.
“Pilihlah saluran komunikasi yang sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa sejalan dengan ideologi bangsa kita, sejalan dengan jatidiri bangsa kita, yang dapat tergambar dari sila-sila yang ada dalam Pancasila,” ungkapnya.
Untuk memproduksi konten-konten itu, lanjut Boy Rafli, pihaknya menggandeng kaum milenial. Ini penting karena generasi muda seperti diketahui bersama adalah sasaran utama propaganda radikalisme intoleran dan terorisme.
“Saluran komunikasi publik ini diharapkan dapat menjadi salah satu saluran komunikasi untuk mengimbangi berbagai imformasi yang disebarluaskan oleh pengusung ideologi terorisme,” tutur mantan Kapolda Papua ini.(Baca juga: Lima Tahun Berturut-turut, Angka Kematian Global Akibat Terorisme Turun )
Boy Rafli menguraikan, ideologi terorisme ini merupakan antitesa dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan demikian pihaknya harus jadi secara terstruktur, sistematis dapat meyakinkan kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh jaringan terorisme dengan paham radikal intoleran bukan pilihan yagn baik bagi indonesia.
“Pilihlah saluran komunikasi yang sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa sejalan dengan ideologi bangsa kita, sejalan dengan jatidiri bangsa kita, yang dapat tergambar dari sila-sila yang ada dalam Pancasila,” ungkapnya.
Untuk memproduksi konten-konten itu, lanjut Boy Rafli, pihaknya menggandeng kaum milenial. Ini penting karena generasi muda seperti diketahui bersama adalah sasaran utama propaganda radikalisme intoleran dan terorisme.
Lihat Juga :