Jadi Simbol Oposisi Rakyat, Penahanan Habib Rizieq Upaya Kunci Ruang Geraknya
Minggu, 13 Desember 2020 - 16:15 WIB
loading...
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan bahwa ada indikasi pemerintah mengunci ruang gerak Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan bahwa ada indikasi pemerintah mengunci ruang gerak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab . Menurutnya, Habib Rizieq berpotensi semakin besar karena banyaknya pendukung yang menyambut kepulangannya.
“Habib Rizieq ketika datang ke Indonesia dijemput oleh massa yang luar biasa banyak. Lalu kehadirannya juga di tengah PSBB menghadirkan kerumunan yang luar biasa juga. Antusiasme publik terhadap ketokohannya. Lalu dia juga mau keliling Indonesia untuk memperbesar jaringannya dengan revolusi akhlaknya. Itu suka tidak suka, mau tidak mau akan membesarkan dia, akan semakin kuat,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Minggu (13/12/2020). (Baca juga: PKS: Penahanan Habib Rizieq Jangan Jadi Pengalihan Kasus 6 Laskar FPI Tewas)
Seperti diketahui, Habib Rizieq dini hari tadi ditahan setelah diperiksa Polda Metro Jaya. Ujang menilai bahwa hal ini sebagai upaya untuk mengunci ruang gerak Habib Rizieq.
“Oleh karena itu saya katakan pasti akan dikotakin akan dikunci. Pasti ruang geraknya akan dibatasi. Nah oleh karena itu dalam konteks ini Habib Rizieq agar tidak bisa bergerak, dikunci. Ini agar tidak keliling Indonesia untuk memperbesar diri,” jelasnya.
Dia menilai jika Habib Rizieq besar maka pemerintah akan kewalahan. Hal ini karena saat ini kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dan DPR sedang rendah.
“Habib Rizieq ketika datang ke Indonesia dijemput oleh massa yang luar biasa banyak. Lalu kehadirannya juga di tengah PSBB menghadirkan kerumunan yang luar biasa juga. Antusiasme publik terhadap ketokohannya. Lalu dia juga mau keliling Indonesia untuk memperbesar jaringannya dengan revolusi akhlaknya. Itu suka tidak suka, mau tidak mau akan membesarkan dia, akan semakin kuat,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Minggu (13/12/2020). (Baca juga: PKS: Penahanan Habib Rizieq Jangan Jadi Pengalihan Kasus 6 Laskar FPI Tewas)
Seperti diketahui, Habib Rizieq dini hari tadi ditahan setelah diperiksa Polda Metro Jaya. Ujang menilai bahwa hal ini sebagai upaya untuk mengunci ruang gerak Habib Rizieq.
“Oleh karena itu saya katakan pasti akan dikotakin akan dikunci. Pasti ruang geraknya akan dibatasi. Nah oleh karena itu dalam konteks ini Habib Rizieq agar tidak bisa bergerak, dikunci. Ini agar tidak keliling Indonesia untuk memperbesar diri,” jelasnya.
Dia menilai jika Habib Rizieq besar maka pemerintah akan kewalahan. Hal ini karena saat ini kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dan DPR sedang rendah.
Lihat Juga :