Vaksin Sinovac Tinggal Uji Mutu
Jum'at, 11 Desember 2020 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Untuk pengadaan vaksin Covid-19, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa pemerintah, melalui Kemenkes, telah mengeluarkan dana Rp637,3 miliar hingga Desember ini. Selain dari Sinovac, ada 100.000 dosis vaksin Cansino yang diproduksi CanSino Biologics Inc, juga dari China. Pemerintah mengalokasikan pula anggaran Rp277,45 miliar untuk fasilitas pendukung vaksin Covid-19, meliputi jarum suntik, alcohol swab, hingga safety box. Selain itu, pemerintah membelanjakan dana Rp190 miliar untuk pembelian ratusan alat pendingin untuk menjaga suhu vaksin.
Executive Secretary ITAGI, Julitasari Sundoro, menilai,munculnya penolakan terhadap vaksin lebih disebabkan kesalahpahaman akibat informasi yang keliru hingga kabar bohong. Penolakan vaksin tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di negara lain pun demikian.
Sebaliknya, kalangan pengusaha menyambut gembira kedatangan vaksin Covid-19. Bagi pelaku usaha, adanya vaksin yang bisa disuntikkan segera kepada masyarakat adalah sebuah harapan besar menuju kepulihan perekonomian nasional. Dampak dari pandemi Covid-19 tidak hanya merontokkan hampir semua sektor bisnis dan membuat daya beli masyarakat melorot, tetapi juga sudah memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Karena itu, para pebisnis menaruh harapan besar dengan adanya vaksin: setidaknya bisa menahan laju keterpurukan perekonomian nasional. (*)
Executive Secretary ITAGI, Julitasari Sundoro, menilai,munculnya penolakan terhadap vaksin lebih disebabkan kesalahpahaman akibat informasi yang keliru hingga kabar bohong. Penolakan vaksin tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di negara lain pun demikian.
Sebaliknya, kalangan pengusaha menyambut gembira kedatangan vaksin Covid-19. Bagi pelaku usaha, adanya vaksin yang bisa disuntikkan segera kepada masyarakat adalah sebuah harapan besar menuju kepulihan perekonomian nasional. Dampak dari pandemi Covid-19 tidak hanya merontokkan hampir semua sektor bisnis dan membuat daya beli masyarakat melorot, tetapi juga sudah memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Karena itu, para pebisnis menaruh harapan besar dengan adanya vaksin: setidaknya bisa menahan laju keterpurukan perekonomian nasional. (*)
(bmm)
Lihat Juga :