Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Jum'at, 11 Desember 2020 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Kemampuan menyelesaikan masalah dengan tepat hanya bisa dilakukan bila memiliki kecerdasan spiritual, yakni hikmat dari Tuhan. Keimanan seseorang akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mengaku beriman apabila kita masih takut menghadapi persoalan, karena iman adalah dasar segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita lihat, itulah kecerdasan spiritual. Orang beriman selalu memilih langkah maju dan tak pernah gentar menghadapi setiap masalah. Orang beriman bisa melihat sesuatu secara supranatural, yang tidak mungkin menjadi mungkin karena dia mendapat hikmat dari Tuhan.
Hikmat diperoleh awalnya dari rasa takut akan Tuhan yang akan memberikan pengetahuan tentang Yang Mahakudus sehingga langkah-langkah orang yang berhikmat akan selalu tepat, karena dia mengenal dengan benar: mana kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Dia tidak akan salah dalam memilih.
Selama ini manusia banyak mencari jawaban dari sains. Masalah apa pun yang muncul, mereka selalu menggunakan pandangan ilmiah (kecerdasan intelektual) mereka sebagai dasar untuk membuktikan masalah tersebut dan menerimanya sebagai kebenaran. Sejak sekolah manusia sudah dikuasai oleh sains, di mana manusia tidak lagi memiliki pengenalan akan Tuhan dengan benar, sehingga tidak sungguh-sungguh menyembah Tuhan karena tidak mengenal kebenaran bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan.
Semakin seseorang terlalu mengandalkan sains yang telah terprogram di dalam intelektualitasnya, mereka akan menjadi semakin tidak masuk akal tentang hal-hal spiritual, karena mereka lebih percaya bahwa segala sesuatu memiliki solusi ilmiah dan hanya melalui penelitian ilmiah yang dapat menyelesaikan apa pun. Mereka tidak mencari Tuhan karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu ada.
Sering kali manusia lebih mengandalkan sains ataupun solusi ilmiah untuk memecahkan masalah, tetapi tidak lagi melihat masalah dari perspektif kebenaran sejati. Mereka sungguh-sungguh tidak lagi mengandalkan Tuhan dan tidak mencari Tuhan. Bahkan ada sebagian orang yang ingin meneliti Tuhan dengan cara ilmiah yang sama, seperti mereka mempelajari sains, Tentu mereka tidak akan menemukan jawaban yang memuaskan hati.
Hikmat diperoleh awalnya dari rasa takut akan Tuhan yang akan memberikan pengetahuan tentang Yang Mahakudus sehingga langkah-langkah orang yang berhikmat akan selalu tepat, karena dia mengenal dengan benar: mana kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Dia tidak akan salah dalam memilih.
Selama ini manusia banyak mencari jawaban dari sains. Masalah apa pun yang muncul, mereka selalu menggunakan pandangan ilmiah (kecerdasan intelektual) mereka sebagai dasar untuk membuktikan masalah tersebut dan menerimanya sebagai kebenaran. Sejak sekolah manusia sudah dikuasai oleh sains, di mana manusia tidak lagi memiliki pengenalan akan Tuhan dengan benar, sehingga tidak sungguh-sungguh menyembah Tuhan karena tidak mengenal kebenaran bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan.
Semakin seseorang terlalu mengandalkan sains yang telah terprogram di dalam intelektualitasnya, mereka akan menjadi semakin tidak masuk akal tentang hal-hal spiritual, karena mereka lebih percaya bahwa segala sesuatu memiliki solusi ilmiah dan hanya melalui penelitian ilmiah yang dapat menyelesaikan apa pun. Mereka tidak mencari Tuhan karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu ada.
Sering kali manusia lebih mengandalkan sains ataupun solusi ilmiah untuk memecahkan masalah, tetapi tidak lagi melihat masalah dari perspektif kebenaran sejati. Mereka sungguh-sungguh tidak lagi mengandalkan Tuhan dan tidak mencari Tuhan. Bahkan ada sebagian orang yang ingin meneliti Tuhan dengan cara ilmiah yang sama, seperti mereka mempelajari sains, Tentu mereka tidak akan menemukan jawaban yang memuaskan hati.
Lihat Juga :