51,1% Pasien COVID-19 di Tanah Air Didominasi Orang dengan Penyakit Hipertensi
Kamis, 10 Desember 2020 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Faktor risiko ini, kata Cut, kalau dilihat dapat menimbulkan penyakit penyakit hipertensi, diabetes, gagal jantung, kanker, stroke, gagal ginjal. “Nah diawali dengan hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, yang tidak diobati secara tepat maka akan berlanjut menjadi gangguan gagal jantung dan gagal ginjal serta stroke. Tentu saja faktor risiko ini sangat mungkin dicegah. Dicegah dengan komitmen perubahan perilaku dari individu.”
Cut mengatakan dalam penanggulangan penyakit tidak menular ada tiga sasaran kelompok yaitu pertama populasi sehat, orang yang sehat, dan tidak memiliki tanda atau gejala. “Orang-orang ini harus tetap hidup sehat dengan memberikan promosi kesehatan,” katanya.
Selain itu, Cut menuturkan tipikal orang Indonesia biasanya mendatangi pengobatan kalau sudah sangat mengganggu aktivitas kesehariannya. “Nah pada saat itu kita khawatirkan bahwa penyakit sudah berada di stadium yang lebih berat untuk diobati.”
Padahal, kata Cut, skrinning atau deteksi dini penyakit tidak menular harus dilakukan. “Tentu saja perlu melakukan skrining atau deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Skrining atau deteksi dini ini semakin cepat diketahui maka semakin mudah penyakit mengobati.” (Baca juga:Cegah Covid-19 Pasca Pilkada, IAKMI Minta Kesehatan Petugas KPPU Diperhatikan)
Cut pun meminta agar masyarakat bisa melakukan skrinning mandiri di pelayanan kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular ini berada pada stadium berat. “Bisa dilakukan secara mandiri, bisa dilakukan di upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) atau Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM), dan bisa juga di fasilitas pelayanan kesehatan.”
Cut mengatakan dalam penanggulangan penyakit tidak menular ada tiga sasaran kelompok yaitu pertama populasi sehat, orang yang sehat, dan tidak memiliki tanda atau gejala. “Orang-orang ini harus tetap hidup sehat dengan memberikan promosi kesehatan,” katanya.
Selain itu, Cut menuturkan tipikal orang Indonesia biasanya mendatangi pengobatan kalau sudah sangat mengganggu aktivitas kesehariannya. “Nah pada saat itu kita khawatirkan bahwa penyakit sudah berada di stadium yang lebih berat untuk diobati.”
Padahal, kata Cut, skrinning atau deteksi dini penyakit tidak menular harus dilakukan. “Tentu saja perlu melakukan skrining atau deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Skrining atau deteksi dini ini semakin cepat diketahui maka semakin mudah penyakit mengobati.” (Baca juga:Cegah Covid-19 Pasca Pilkada, IAKMI Minta Kesehatan Petugas KPPU Diperhatikan)
Cut pun meminta agar masyarakat bisa melakukan skrinning mandiri di pelayanan kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular ini berada pada stadium berat. “Bisa dilakukan secara mandiri, bisa dilakukan di upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) atau Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM), dan bisa juga di fasilitas pelayanan kesehatan.”
(kri)
Lihat Juga :