Akurasi Hampir 100%, Biozek Bantu Deteksi Dini Penyebaran COVID-19 di Indonesia
Selasa, 12 Mei 2020 - 17:50 WIB
loading...
Biozek adalah tes cepat COVID-19 yang dikembangkan oleh Inzek International Trading dari Belanda yang telah menerima sertifikasi dari badan pengawas obat dan makanan di seluruh dunia. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 atau virus corona, termasuk Indonesia. Data Worldometer hingga Senin 11 Mei 2020, jumlah orang positif COVID-19 di Indonesia mencapai 14.265 orang, sedangkan jumlah yang meninggal 991 orang dan dinyatakan sembuh 2.881 orang.
Seperti di negara-negara lain, Indonesia juga telah melakukan upaya serius untuk memotong dan mencegah penyebaran virus COVID-19. Salah satu metode yang digunakan adalah mendeteksi penyebaran virus sedini mungkin dengan melakukan tes COVID-19 atau sebagaimana kebanyakan orang menyebut “rapid test atau tes cepat". (Baca juga: 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa )
Secara global, banyak tes cepat yang berbeda digunakan oleh berbagai negara untuk mendapatkan indikasi apakah seseorang telah terpapar virus COVID-19 atau tidak. Salah satu alat yang digunakan secara global adalah alat uji cepat Biozek yang juga tersedia di Indonesia. Biozek adalah tes cepat COVID-19 yang dikembangkan oleh Inzek International Trading dari Belanda yang telah menerima sertifikasi dari badan pengawas obat dan makanan di seluruh dunia.
Tes ini bersertifikat CE, memiliki sertifikat ISO dan sedang dalam proses untuk diterima oleh Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat/FDA. Biozek dimasukkan dalam berbagai daftar produk uji cepat yang direkomendasikan di berbagai negara. Jumlah negara yang memesan tes Biozek Rapid meningkat setiap hari
Hasil pengujian, mengkonfirmasi akurasi 98% untuk IgG dan 96% untuk IgM yang merupakan indikator utama untuk pengujian antibodi cepat. CEO Mach-E, Erro Verschoor, sebagai distributor Biozek, menjelaskan bahwa banyak lembaga penelitian juga melakukan uji klinis uji cepat Biozek sebelum digunakan di negara mereka.
Contohnya adalah Institut Pasteur di Perancis, Badan Nasional untuk Administrasi dan Kontrol Makanan dan Obat-Obatan (NAFDAC) di Nigeria, Infarmed di Portugal, dan baru-baru ini dilakukan studi ekstensif oleh Kementerian Kesehatan Rusia. UMC Amsterdam di Belanda saat ini sedang menyelesaikan studi ilmiah tentang tes Biozek yang hasilnya "lebih dari dapat diterima".
"Hasil pengujian lembaga penelitian dari berbagai negara mengatakan bahwa Biozek memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan sangat mampu mendeteksi paparan sebelumnya terhadap virus COVID-19. Di Prancis, hasil studi klinis yang dilakukan oleh Institute Pasteur, memungkinkan tes Biozek untuk digunakan sebagai 'tes kembali bekerja'," ujar Erro Verschoor dalam pernyataannya di Amsterdam, Belanda, Selasa (12/10/2020).
Seperti di negara-negara lain, Indonesia juga telah melakukan upaya serius untuk memotong dan mencegah penyebaran virus COVID-19. Salah satu metode yang digunakan adalah mendeteksi penyebaran virus sedini mungkin dengan melakukan tes COVID-19 atau sebagaimana kebanyakan orang menyebut “rapid test atau tes cepat". (Baca juga: 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa )
Secara global, banyak tes cepat yang berbeda digunakan oleh berbagai negara untuk mendapatkan indikasi apakah seseorang telah terpapar virus COVID-19 atau tidak. Salah satu alat yang digunakan secara global adalah alat uji cepat Biozek yang juga tersedia di Indonesia. Biozek adalah tes cepat COVID-19 yang dikembangkan oleh Inzek International Trading dari Belanda yang telah menerima sertifikasi dari badan pengawas obat dan makanan di seluruh dunia.
Tes ini bersertifikat CE, memiliki sertifikat ISO dan sedang dalam proses untuk diterima oleh Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat/FDA. Biozek dimasukkan dalam berbagai daftar produk uji cepat yang direkomendasikan di berbagai negara. Jumlah negara yang memesan tes Biozek Rapid meningkat setiap hari
Hasil pengujian, mengkonfirmasi akurasi 98% untuk IgG dan 96% untuk IgM yang merupakan indikator utama untuk pengujian antibodi cepat. CEO Mach-E, Erro Verschoor, sebagai distributor Biozek, menjelaskan bahwa banyak lembaga penelitian juga melakukan uji klinis uji cepat Biozek sebelum digunakan di negara mereka.
Contohnya adalah Institut Pasteur di Perancis, Badan Nasional untuk Administrasi dan Kontrol Makanan dan Obat-Obatan (NAFDAC) di Nigeria, Infarmed di Portugal, dan baru-baru ini dilakukan studi ekstensif oleh Kementerian Kesehatan Rusia. UMC Amsterdam di Belanda saat ini sedang menyelesaikan studi ilmiah tentang tes Biozek yang hasilnya "lebih dari dapat diterima".
"Hasil pengujian lembaga penelitian dari berbagai negara mengatakan bahwa Biozek memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan sangat mampu mendeteksi paparan sebelumnya terhadap virus COVID-19. Di Prancis, hasil studi klinis yang dilakukan oleh Institute Pasteur, memungkinkan tes Biozek untuk digunakan sebagai 'tes kembali bekerja'," ujar Erro Verschoor dalam pernyataannya di Amsterdam, Belanda, Selasa (12/10/2020).
Lihat Juga :