Eks Jaksa Agung Sebut Penyelesaian Kasus HAM Ada di Tangan Pemerintah

Selasa, 12 Mei 2020 - 22:38 WIB
loading...
Eks Jaksa Agung Sebut...
Penyelesaian masalah atau kasus hak asasi manusia (HAM) memiliki sejumlah tantangan dan hambatan, salah satunya masalah political will dari pemerintah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penyelesaian masalah hak asasi manusia (HAM) memiliki sejumlah tantangan dan hambatan, salah satunya, political will dari pemerintah. Sejak era reformasi sebenarnya Indonesia sudah merintis peraturan-peraturan untuk penanganan kasus HAM.

Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan, titik demarkasi antara masalah HAM di masa lalu dan yang baru di Indonesia terjadi pada 1998-1999. Pada periode itu muncul sistem hukum dan perlindungan HAM.

Itu ditandai dengan lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Kemudian disusul dengan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

"Bahkan lebih jauh dari itu lahir UU tentang komisi kebenaran. Yang mengalami musibah," terang politikus Golkar itu dalam diskusi daring bertajuk Masa Depan Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat di Indonesia, Selasa (12/5/2020).

(Baca juga: Cara Humanis Polri dan Aparat Cegah Masyarakat Mudik Diapresiasi Sejumlah Kalangan)

Kata Marzuki, UU Nomor 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi 'tumbang' di Mahkamah Konstitusi (MK), umurnya hanya dua tahun saja. Marzuki menuturkan, efektivitas dari sistem perlindungan HAM selalu berinteraksi secara kompleks antara perundang-undangan dengan mesin pemerintah.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk melaksanakan dan menegakan UU HAM di Indonesia. Selama ini yang selalu dipermasalahkan dalam penyelesaian pelanggaran HAM itu tidak adanya political will dari pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Polemik Sertifikasi...
Polemik Sertifikasi Aktivis HAM, DPR: Peran Negara Harusnya Melindungi, Bukan Menentukan
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Pengamat dan Akademisi...
Pengamat dan Akademisi Dilaporkan ke Polisi, Pigai Duga Ada Skenario Memojokkan Pemerintah
Tetapkan Andrie Yunus...
Tetapkan Andrie Yunus sebagai Pembela HAM, Komnas HAM Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Indonesia Terpilih Jadi...
Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Untungnya?
Dema FISIP UIN Minta...
Dema FISIP UIN Minta Pemerintah Libatkan Mahasiswa Rumuskan Kebijakan Ketenagakerjaan
Rekomendasi
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved