Bawaslu: Ada Petugas KPPS yang Positif COVID-19 Hadir di TPS
Rabu, 09 Desember 2020 - 15:23 WIB
loading...
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan cepat dari 122.000 TPS. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Waktu pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 telah usai. Saat ini tengah berlangsung penghitungan suara.
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan cepat dari 122.000 tempat pemungutan suara (TPS). Ada beberapa peristiwa yang terjadi di TPS dari pagi hingga sore ini.
Total ada 18.668 permasalahan di TPS. "Ada kejadian kekurangan perlengkapan pemungutan suara di 1.803 TPS. Tidak ada fasilitas untuk cuci tangan di 1.454 TPS," katanya dalam konferensi pers daring, Rabu (9/12/2020). (Baca juga: Kepesertaan Masyarakat PALI Mengikuti Pilkada 2020 Meningkat )
Kemudian, gambar pasangan calon (paslon) beserta visi dan misinya tidak terpasang di 1.983 TPS. Afif, sapaan akrabnya, menerangkan sempat melihat permasalahan mirip seperti itu.
Jadi gambar paslon diletakkan terlalu tinggi, sehingga membuat calon pemilih sulit untuk melihat. Dia pun meminta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk sedikit menurunkan agar masyarakat mudah membacanya.
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan cepat dari 122.000 tempat pemungutan suara (TPS). Ada beberapa peristiwa yang terjadi di TPS dari pagi hingga sore ini.
Total ada 18.668 permasalahan di TPS. "Ada kejadian kekurangan perlengkapan pemungutan suara di 1.803 TPS. Tidak ada fasilitas untuk cuci tangan di 1.454 TPS," katanya dalam konferensi pers daring, Rabu (9/12/2020). (Baca juga: Kepesertaan Masyarakat PALI Mengikuti Pilkada 2020 Meningkat )
Kemudian, gambar pasangan calon (paslon) beserta visi dan misinya tidak terpasang di 1.983 TPS. Afif, sapaan akrabnya, menerangkan sempat melihat permasalahan mirip seperti itu.
Jadi gambar paslon diletakkan terlalu tinggi, sehingga membuat calon pemilih sulit untuk melihat. Dia pun meminta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk sedikit menurunkan agar masyarakat mudah membacanya.
Lihat Juga :