Skandal Korupsi Mensos, Pemerintah Didorong Bentuk Tim Pengawasan Bansos

Selasa, 08 Desember 2020 - 15:22 WIB
loading...
Skandal Korupsi Mensos,...
Di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah sebagai garda terdepan seharusnya dapat semaksimal mungkin mengupayakan kualitas dan pemerataan bansos. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah sebagai garda terdepan pelayanan publik seharusnya dapat semaksimal mungkin mengupayakan kualitas dan pemerataan bantuan sosial ( bansos ).

(Baca juga: Update, Total 2.144 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19)

Namun, jelang akhir tahun, jumlah aduan soal penyaluran bansos makin bertambah hingga akhirnya terungkap dugaan korupsi yang menyeret nama Menteri Sosial Juliari P Batubara.

(Baca juga: Komnas HAM Investigasi Tewasnya Enam Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq)

Hingga 9 November 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima total 1.650 aduan dari masyarakat terkait penyaluran bansos. Laporan itu tercatat melalui aplikasi Jaga Bansos. Jumlah itu belum terakumulasi dengan laporan di media lain termasuk kanal Kementerian Sosial (Kemensos).

Peneliti bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Vunny Wijaya menganggap aduan dan skandal korupsi yang melibatkan menteri justru makin menambah catatan merah kinerja pemerintah. Terungkapnya kasus dugaan korupsi bansos menjadi peringatan keras bagi kinerja pelayanan publik selama pandemi Covid-19.

"Pemerintah perlu meninjau kembali perencanaan anggaran dan pelaksanaan penyaluran bantuan pandemi di berbagai kementerian, tidak hanya bansos Kemensos. Selain itu, kinerja para menteri juga perlu dievaluasi. Mengingat beragamnya aduan yang masuk, pemerintah pusat juga perlu memetakan kembali strategi penyaluran bantuan," jelas Vunny dalam pernyataannya, Selasa (8/12/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa UU Pemberantasan...
Mengapa UU Pemberantasan Korupsi Perlu Diubah
Bantah Lari karena Dugaan...
Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap, Ahmad Dedi Hormati Proses Hukum
Refleksi Perkara Korupsi
Refleksi Perkara Korupsi
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Kebencian Terhadap Korupsi...
Kebencian Terhadap Korupsi dan Koruptor
PBNU Dukung KPK Percepat...
PBNU Dukung KPK Percepat Penuntasan Kasus Kuota Haji yang Menjerat Gus Yaqut
Arab Saudi Tangkap 116...
Arab Saudi Tangkap 116 Pejabat dalam Operasi Pemberantasan Korupsi Besar-besaran
Demo di KPK, FUKI Desak...
Demo di KPK, FUKI Desak Kasus Kuota Haji Diusut Tuntas
Datang ke Kantor KPK,...
Datang ke Kantor KPK, Gubernur Pramono Anung: Konsultasi!
Rekomendasi
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
Berita Terkini
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved