Sama Menyerang Imunitas Tubuh, Waspadai HIV-AIDS di Masa Pandemi COVID-19
Jum'at, 04 Desember 2020 - 15:47 WIB
loading...
Sama Menyerang Imunitas Tubuh, Waspadai HIV-AIDS di Masa Pandemi COVID-19
A
A
A
JAKARTA - Sama-sama menyerang imunitas tubuh, Virus COVID-19 dan HIV (Human Immunodeficiency Virus) jelas memiliki perbedaan, meski keduanya sama-sama menyerang imun atau sistem kekebalan tubuh.
Virus COVID-19 dalam dua minggu biasanya akan hilang, sedangkan virus HIV memerlukan waktu 5 sampai dengan 10 tahun untuk membuat pengidap HIV masuk ke kondisi AIDS.
Mari kita ulas lebih jauh lagi mengenai virus HIV
HIV menyerang sistem kekebalan atau imunitas tubuh sehingga pertahanan tubuh menjadi menurun dan mudah terkena penyakit dan infeksi. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan gejala yang diakibatkan karena menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV itu sendiri.
Penularannya dapat terjadi melalui cairan tubuh, cairan vagina yang disebabkan oleh hubungan seks yang berisiko seperti Heteroseksual, Biseksual, dan Homoseksual, melalui darah, lewat transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tercemar HIV yang digunakan secara bergantian, melalui ibu yang terinfeksi HIV, melalui plasenta saat kehamilan dan pada saat proses menyusui (gigitan bayi pada puting susu yang mengakibatkan luka), penyebab lainnya adalah akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengidap HIV.
Virus COVID-19 dalam dua minggu biasanya akan hilang, sedangkan virus HIV memerlukan waktu 5 sampai dengan 10 tahun untuk membuat pengidap HIV masuk ke kondisi AIDS.
Mari kita ulas lebih jauh lagi mengenai virus HIV
HIV menyerang sistem kekebalan atau imunitas tubuh sehingga pertahanan tubuh menjadi menurun dan mudah terkena penyakit dan infeksi. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan gejala yang diakibatkan karena menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV itu sendiri.
Penularannya dapat terjadi melalui cairan tubuh, cairan vagina yang disebabkan oleh hubungan seks yang berisiko seperti Heteroseksual, Biseksual, dan Homoseksual, melalui darah, lewat transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tercemar HIV yang digunakan secara bergantian, melalui ibu yang terinfeksi HIV, melalui plasenta saat kehamilan dan pada saat proses menyusui (gigitan bayi pada puting susu yang mengakibatkan luka), penyebab lainnya adalah akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengidap HIV.
Lihat Juga :