Dua Saudara Tua: Sinergi Indonesia-Malaysia di KTT ASEAN Plus
Minggu, 11 Mei 2025 - 08:28 WIB
loading...
Khairi Fuady, Co-Founder Indonesia South-South Foundation. Foto/Istimewa
A
A
A
Khairi Fuady
Co-Founder Indonesia South-South Foundation
BULAN lalu, Presiden Prabowo Subianto menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim. Keduanya membahas rencana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan digelar di Malaysia pada bulan ini.
Panggilan ini tampaknya bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan cerminan dari semangat kolaborasi dua pemimpin kawasan yang tengah menavigasi dunia di tengah badai geopolitik dan ekonomi global.
Menariknya, KTT ASEAN tahun ini bukanlah perhelatan biasa. Selain melibatkan negara-negara anggota ASEAN, forum ini juga mengundang China serta negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC).
Format ini, yang dikenal sebagai KTT ASEAN Plus, menandakan langkah berani untuk memperluas cakrawala diplomasi kawasan. Ini bisa menjadi bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung strategis untuk merajut kemitraan baru di tengah ketidakpastian global.
Dunia saat ini sedang limbung. Perang tarif, retaliasi ekonomi, dan polarisasi geopolitik telah menciptakan ketidakpastian pasar yang mengguncang banyak negara. Teori ekonomi modern, khususnya konsep diversifikasi pasar yang dikembangkan oleh ekonom seperti Harry Markowitz, menegaskan bahwa mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau mitra dagang adalah kunci untuk memitigasi risiko.
Co-Founder Indonesia South-South Foundation
BULAN lalu, Presiden Prabowo Subianto menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim. Keduanya membahas rencana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan digelar di Malaysia pada bulan ini.
Panggilan ini tampaknya bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan cerminan dari semangat kolaborasi dua pemimpin kawasan yang tengah menavigasi dunia di tengah badai geopolitik dan ekonomi global.
Menariknya, KTT ASEAN tahun ini bukanlah perhelatan biasa. Selain melibatkan negara-negara anggota ASEAN, forum ini juga mengundang China serta negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC).
Format ini, yang dikenal sebagai KTT ASEAN Plus, menandakan langkah berani untuk memperluas cakrawala diplomasi kawasan. Ini bisa menjadi bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung strategis untuk merajut kemitraan baru di tengah ketidakpastian global.
Gejolak Global dan Urgensi Diversifikasi Pasar
Dunia saat ini sedang limbung. Perang tarif, retaliasi ekonomi, dan polarisasi geopolitik telah menciptakan ketidakpastian pasar yang mengguncang banyak negara. Teori ekonomi modern, khususnya konsep diversifikasi pasar yang dikembangkan oleh ekonom seperti Harry Markowitz, menegaskan bahwa mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau mitra dagang adalah kunci untuk memitigasi risiko.
Lihat Juga :