DPR Harap Calon Anggota KY Terpilih Lebih Perhatikan Perilaku Hakim

Rabu, 02 Desember 2020 - 20:55 WIB
loading...
DPR Harap Calon Anggota...
Komisi III DPR RI telah menyelesaikan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 7 calon anggota Komisi Yudisial (KY) untuk periode 2020-2025. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR RI telah menyelesaikan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 7 calon anggota Komisi Yudisial (KY) untuk periode 2020-2025 yang dikirimkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan demikian, 7 nama tersebut tinggal menunggu pengesahan di Rapat Paripurna DPR RI terdekat.

Terkait nama-nama tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengatakan, seluruh fraksi menyetujui 7 calon anggota KY yang diusulkan. Tentang sejauh mana kualitas dan kemampuan, tentu secara demokrasi dan profesional, semua fraksi sudah menilai, dan semua fraksi sudah menyetujui 7 calon anggota KY tersebut. “Karena seluruh fraksi menyetujui maka rapat Komisi III pagi ini, kita memutuskan untuk tujuh-tujuhnya diterima dan diusulkan pada sidang paripurna terdekat,” kata Herman kepada wartawan seusai fit and proper calon anggota KY di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020). (Baca juga: Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY Periode 2020-2025)

Soal harapannya terhadap calon anggota KY, pria yang akrab disapa HH ini tidak ingin melihat lagi ke belakang, karena setiap periode kepemimpinan itu memiliki nilai tambah dan kekurangan masing-masing. Karena itu, sebagai Ketua Komisi III DPR, dirinya berharap anggota KY ke depan tentu harus menjalankan tugas fungsinya secara profesional. “Terutama dalam menyeleksi calon hakim agung. Hendaknya menyeleksi calon hakim agung ke depan, betul-betul efektif dan profesional melihat rekam jejak secara profesional. Tidak ada like and dislike,” ujarnya. (Baca juga: Mantan Jaksa KPK dan Lima Pejabat Lulus Calon Sekjen KY)

Kedua, sambung HH, dirinya berharap KY bisa bekerja bersama-sama dengan MA untuk bersama-sama Mahkamah Agung (MA) bergandengan tangan, jangan ada polemik kewenangan dan segala pemikiran gaduh mengenai KY dan MA. Dan terutama, bisa memperhatikan betul perilaku hakim. “Yang berikut, KY secara ketat dan profesional memperhatikan perilaku hakim sehingga bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi, bahkan tindakan-tindakan sesuai dengan kewenangan KY, sesuai peraturan perundang-undangan. Itu kira-kira,” pungkas politikus PDIP itu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Komisi III DPR Nilai...
Komisi III DPR Nilai Kasus Amsal Sitepu Janggal, Proses Hukum Tak Objektif
Rekomendasi
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
Bedah Statistik 4 Calon...
Bedah Statistik 4 Calon Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved