Viral Azan Seruan Jihad, Pengasuh Lirboyo: Beraninya Ubah Azan Rasulullah

Rabu, 02 Desember 2020 - 16:51 WIB
loading...
Viral Azan Seruan Jihad,...
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur KH Kafabihi Mahrus menyatakan bahwa pengubahan bacaan azan untuk berjihad seperti yang terdengar dari sejumlah video viral tersebut tidak bisa dibenarkan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Video ajakan jihad yang dilakukan melalui azan dengan mengubah lafal azan dan menjadi viral di media sosial (Medsos), termasuk di sejumlah grup WhatsApp (WA) sangat meresahkan masyarakat. (Baca juga: Viral Video Ajakan Jihad lewat Azan, Ini Tanggapan PBNU)

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang seperti hendak melakukan salat berjamaah. Seorang di antaranya kemudian mengumandangkan azan. Namun, bacaan azan terdengar berbeda dengan azan pada umumnya ketika hendak salat. Pada bacaan "Hayya alash-shalah" yang artinya mari menunaikan salat, diganti dengan "Hayya alal jihaad" yang artinya mari berjihad. Sejumlah orang yang berada di belakangnya kemudian menjawab secara kompak "Hayya alal jihaad" sambil mengepalkan tangan ke atas. (Baca juga: JK Tegaskan DMI Menolak Masjid Dijadikan Tempat Seruan Jihad)

Menanggapi hal ini, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur KH Kafabihi Mahrus menyatakan bahwa pengubahan bacaan azan untuk berjihad seperti yang terdengar dari sejumlah video viral tersebut tidak bisa dibenarkan. "Tidak bisa dibenarkan "hayya alash-shalah" diganti dengan "hayya alal jihad" dan syariat itu ada tuntutanannya, yang menuntun adalah Rasulullah. Sekarang yang mengubah itu siapa itu, berani-beraninya dia mengubah adzan yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabat, para ulama, mereka berani-beraninya mengubah adzan," ungkap Kiai Kafabihi Mahrus melalui flayer yang diunggah oleh penceramah yang juga politisi PKB, KH Yusuf Chudlory melalui akun Instagram @yusuf_ch, dikutip Rabu (2/12/2020).

Gus Yusuf- sapaan akrab KH Yusuf Chudlory pun menimpali pesan KH Kafabihi Mahrus dengan cuitan, "Bismillah ...kulo nderek @serambilirboyo mawon #happyduniaakhirat." (Baca juga: PP Muhammadiyah Minta Polisi Selidiki dan Blokir Azan Jihad)

Sebelumnya, Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, dalam negara bangsa (nation state) yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional. "Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab," tuturnya, Senin (30/11/2020). (Baca juga: Pelesetkan Azan untuk Seruan Jihad, Muhammadiyah: Perlu Tuntunan Islam yang Lurus)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Munas Himasal dan...
Di Munas Himasal dan LIM, Gus Imin: Alumni Ponpes Ujung Tombak Aswaja, NU, dan Islam
Maulid Nabi, Presiden...
Maulid Nabi, Presiden Jokowi Harap Kehidupan Rasulullah Jadi Inspirasi Menebar Kebaikan
Peringatan Maulid Nabi,...
Peringatan Maulid Nabi, Menag Sebut Rasulullah Teladan Sempurna dalam Kehidupan
Salat Zuhur di Masjid...
Salat Zuhur di Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah
Museum Peradaban Nabi...
Museum Peradaban Nabi Muhammad Jadi Destinasi Baru bagi Jemaah Haji dan Umrah
Pelecehan Rasulullah,...
Pelecehan Rasulullah, Konten YouTube Sunnah Nabi Diusut Bareskrim
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved