Dibutuhkan Kesadaran Kolektif Melawan Covid-19
Jum'at, 27 November 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini pemerintah memang menanggung biaya rumah sakit melalui anggaran Kementerian Kesehatan. Saya kira kalau dirawat lebih dari 30 hari apalagi harus masuk ICU yang biayanya bisa sehari Rp15 juta per hari, pengeluarannya bisa lebih dari seratus juta. Tapi masyarakat perlu pahami, meski ditanggung negara, jangan merasa nyaman dan tidak peduli menjalankan protokol kesehatan,” ujar Prof Hasbullah.
“Ingat pada saat dirawat kita menjadi tidak produktif, itu sudah kehilangan banyak pendapatan per harinya. Belum lagi setiap hari pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya, ini yang tidak bisa dihitung dengan uang,” tambah Prof Hasbullah.
Cara terbaik agar masyarakat dan negara tidak merugi lebih besar adalah dengan mencegah jangan sampai terkena Covid-19 . Oleh karena itu Prof Hasbullah menyarankan masyarakat untuk lebih disiplin menjalani protokol kesehatan. “Kalau nanti sudah ada vaksin, kita tambah dengan vaksin meskipun harga vaksin belum keluar nilainya. Tapi misalnya harganya nanti katakanlah Rp200.000, investasi ini akan memberikan kita peluang lebih aman daripada berisiko besar terinfeksi dan memerlukan pengobatan,” ujar Prof Hasbullah lebih lanjut. (Baca juga: Trump Bersedia Kosongkan Gedung Putih dengan Syarat)
Kasus Harian Mencemaskan
Di tempat terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, penambahan kasus positif harian selama seminggu belakangan tidak pernah di bawah angka 4.000. Bahkan kemarin tercatat penambahan kasus positif sebanyak 4.917 kasus.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Kasus positif ini dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat maupun pemda untuk mencegah penularan,” katanya saat konferensi pers kemarin.
Wiku kembali meminta masyarakat untuk berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di setiap aktivitas yang dilakukan. “Jangan sampai lengah sehingga kita dapat tertular Covid. Ingat kedisiplinan terhadap protokol kesehatan akan melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari penularan,” ujarnya. (Lihat videonya: Satu Desa Positif Terpapar Covid-19 di Purbalingga)
Dia juga meminta agar Satgas Covid-19 di daerah tegas terhadap setiap pelanggaran protokol kesehatan. “Satgas di daerah jangan ragu untuk melakukan penindakan kepada masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” sebutnya. (Binti Mufarida/Dita Angga)
“Ingat pada saat dirawat kita menjadi tidak produktif, itu sudah kehilangan banyak pendapatan per harinya. Belum lagi setiap hari pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya, ini yang tidak bisa dihitung dengan uang,” tambah Prof Hasbullah.
Cara terbaik agar masyarakat dan negara tidak merugi lebih besar adalah dengan mencegah jangan sampai terkena Covid-19 . Oleh karena itu Prof Hasbullah menyarankan masyarakat untuk lebih disiplin menjalani protokol kesehatan. “Kalau nanti sudah ada vaksin, kita tambah dengan vaksin meskipun harga vaksin belum keluar nilainya. Tapi misalnya harganya nanti katakanlah Rp200.000, investasi ini akan memberikan kita peluang lebih aman daripada berisiko besar terinfeksi dan memerlukan pengobatan,” ujar Prof Hasbullah lebih lanjut. (Baca juga: Trump Bersedia Kosongkan Gedung Putih dengan Syarat)
Kasus Harian Mencemaskan
Di tempat terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, penambahan kasus positif harian selama seminggu belakangan tidak pernah di bawah angka 4.000. Bahkan kemarin tercatat penambahan kasus positif sebanyak 4.917 kasus.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Kasus positif ini dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat maupun pemda untuk mencegah penularan,” katanya saat konferensi pers kemarin.
Wiku kembali meminta masyarakat untuk berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di setiap aktivitas yang dilakukan. “Jangan sampai lengah sehingga kita dapat tertular Covid. Ingat kedisiplinan terhadap protokol kesehatan akan melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari penularan,” ujarnya. (Lihat videonya: Satu Desa Positif Terpapar Covid-19 di Purbalingga)
Dia juga meminta agar Satgas Covid-19 di daerah tegas terhadap setiap pelanggaran protokol kesehatan. “Satgas di daerah jangan ragu untuk melakukan penindakan kepada masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” sebutnya. (Binti Mufarida/Dita Angga)
(ysw)
Lihat Juga :