Terharu dan Penuh Perjuangan, Anak Muda Papua Ini Lulus Taruna Akademik Militer
Jum'at, 27 November 2020 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Keinginan menjadi tentara makin meyakinkan kala melihat sosok pengabdian sang Ayah, Hendrikus Wamu. "Saya tinggalnya di bagian kampung, di bagian gunung. Karena bapak saya guru, cita-cita saya waktu kecil, sebenarnya mau ikut bapak jadi guru," ungkapnya. (Baca juga: Ketika Ujian Kekurangan Harta Menerpa)
Selama sekolah di kota, Samuel bersama para kawan dan saudaranya telah terbiasa jalan kaki. Setiap pagi mereka harus berjalan kaki selama 4 jam.
"Kalau jarak dari rumah ke sekolah, sekitar empat jam. Jadi di sana tidak ada jalan raya, jalan aspal. Jadi ke sekolah masuk hutan. Pas sekolah dulu, semuanya di kota. Jadi waktu berangkat ke sekolah sama-sama. Jam 4 mulai start dari kampung," ujar Samuel.
Alumni SMA YPPK Santo Thomas itu menceritakan, masa lalunya dengan senyum bahagia. Kala itu harus menyimpan sepatu dekat kota. Lantaran perjalanan melewati hutan, penuh lumpur dan kotor. Samuel tak mau sepatu sekolahnya menjadi rusak. (Baca juga: 5 Fakta Menarik Perilaku Traveling di Liburan Akhir Tahun)
Perjuangan menjadi tentara bukan hanya persiapan fisik dan batin saja. Orangtua Samuel yang begitu mendukung harapan buah hatinya, hingga rela menjual babi.
Selama sekolah di kota, Samuel bersama para kawan dan saudaranya telah terbiasa jalan kaki. Setiap pagi mereka harus berjalan kaki selama 4 jam.
"Kalau jarak dari rumah ke sekolah, sekitar empat jam. Jadi di sana tidak ada jalan raya, jalan aspal. Jadi ke sekolah masuk hutan. Pas sekolah dulu, semuanya di kota. Jadi waktu berangkat ke sekolah sama-sama. Jam 4 mulai start dari kampung," ujar Samuel.
Alumni SMA YPPK Santo Thomas itu menceritakan, masa lalunya dengan senyum bahagia. Kala itu harus menyimpan sepatu dekat kota. Lantaran perjalanan melewati hutan, penuh lumpur dan kotor. Samuel tak mau sepatu sekolahnya menjadi rusak. (Baca juga: 5 Fakta Menarik Perilaku Traveling di Liburan Akhir Tahun)
Perjuangan menjadi tentara bukan hanya persiapan fisik dan batin saja. Orangtua Samuel yang begitu mendukung harapan buah hatinya, hingga rela menjual babi.
Lihat Juga :