Tersandung Kasus Korupsi, Gaya Busana Pun Mendadak Berubah
Rabu, 25 November 2020 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, pemilihan tampilan seorang perempuan tersangka korupsi seperti itu hanyalah perubahan fashion dan tampilan visual. (Baca juga: Korupsi dan Modifikasi Visual )
Dia menduga penggunaan tersebut sebagai kedok untuk menutupi kesalahan yang pernah dilakukan. "Jadi enggak ada hubungannya dengan agama. Mungkin secara visual mereka berhijab itu kan kedok untuk menutupi perilaku mereka, supaya tidak diketahui orang lain. Untuk hijab ini kelihatannya kan memang instan, image-nya itu supaya kelihatan lebih baik dari sebelumnya," kata Ali kepada SINDOnews. (Baca juga: Ini Sosok Edhy Prabowo, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK)
Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini berpandangan, fenomena perempuan yang mengenakan jilbab sesaat setelah menjadi tersangka dugaan korupsi yang terus berulang akan memiliki imbas lain. Ali memprediksi ke depan akan banyak kejadian-kejadian seperti itu.
Pasalnya, kata dia, berita media massa lebih khusus televisi tersebar secara cepat. Padahal sepengetahuan Ali, jilbab atau hijab dipergunakan oleh perempuan muslimah berdasarkan kesadaran serta memiliki pengetahuan yang baik dan memahami ajaran agama Islam.
"Jadi ke depannya kita melihat orang yang pakai hijab tidak langsung 100 persen orang baik. Padahal kita menilai orang baik dan orang tidak baik itu bukan secara visual, tapi ya memang tingkah laku," tuturnya.
![Tersandung Kasus Korupsi, Gaya Busana Pun Mendadak Berubah]()
Diketahui, terdakwa perkara suap mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Kejaksaan Agung Jaksa Pinangki Sirna Malasari adalah contoh teranyar.
Dia menduga penggunaan tersebut sebagai kedok untuk menutupi kesalahan yang pernah dilakukan. "Jadi enggak ada hubungannya dengan agama. Mungkin secara visual mereka berhijab itu kan kedok untuk menutupi perilaku mereka, supaya tidak diketahui orang lain. Untuk hijab ini kelihatannya kan memang instan, image-nya itu supaya kelihatan lebih baik dari sebelumnya," kata Ali kepada SINDOnews. (Baca juga: Ini Sosok Edhy Prabowo, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK)
Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini berpandangan, fenomena perempuan yang mengenakan jilbab sesaat setelah menjadi tersangka dugaan korupsi yang terus berulang akan memiliki imbas lain. Ali memprediksi ke depan akan banyak kejadian-kejadian seperti itu.
Pasalnya, kata dia, berita media massa lebih khusus televisi tersebar secara cepat. Padahal sepengetahuan Ali, jilbab atau hijab dipergunakan oleh perempuan muslimah berdasarkan kesadaran serta memiliki pengetahuan yang baik dan memahami ajaran agama Islam.
"Jadi ke depannya kita melihat orang yang pakai hijab tidak langsung 100 persen orang baik. Padahal kita menilai orang baik dan orang tidak baik itu bukan secara visual, tapi ya memang tingkah laku," tuturnya.

Diketahui, terdakwa perkara suap mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Kejaksaan Agung Jaksa Pinangki Sirna Malasari adalah contoh teranyar.
Lihat Juga :