Kiat Penting Agar Tak Salah Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi
Senin, 23 November 2020 - 13:25 WIB
loading...
Pameran Pendidikan Virtual saat Pandemi
A
A
A
JAKARTA - Hampir setahun pandemic Covid 19 melanda dunia. Di Indonesia untuk memutus rantai penularan virus ini sejak Maret 2020 pemerintah telah mengambil kebijakan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka baik di sekolah, perguran tinggi, maupun lembaga pendidikan lainya. Sebagai gantinya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui daring.Menjelang tutup tahun, ada kabar baik datang dari Kementrian Pendidkan dan Kebudyaan. Menteri Pendidikan Nabiel Makarim member lampu hijau kepada sekolah dan perguruan tinggi untuk bisa menerapkan kegiatan tatap muka kembali, mulai Januarai 2021. Namun tentunya, kegiatan tatap muka di sekolah ini harus mendapatkan ijin dari Pemerintah Daerah setempat. Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah Meski nantinya kegiatan tatap muka kembali dilaksanakan, Meneteri Pendidikan tetap mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diberlakukan. Sebab pandemi ini memeng belum berakhir. Artinya tatap muka yang diselenggarakan di sekolah dan juga perguruan tinggi itu tidak sama dengan tatap muka sebelum pandemi melanda. Tatanan baru ini lazim disebut sebagai kenormalan baru.Kegiatan tatap muka ini juga fleksibel. Artinya jika Pemda menilai daerahnya kembali masuk zona merah. Maka PJJ kembali diberlakukan. Baca juga : Ancaman Kesehatan Mental Siswa pada Masa Pandemi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memang menjadi solusi efektif pendidikan di saat pandemi. Walaupun terdapat kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan PJJ, tapi pendidikan harus tetap dijalankan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi.Setelah pandemi ini berakhir pun PJJ bisa menjadi salah satu metode pembelajaran alternatif yang digunakan untuk pelaksanaan belajar mengajar. Salah satu manfaat PJJ melalui daring yaitu mempermudah kegiatan belajar mengajar tanpa tatap muka serta optimalisasi teknologi di dunia pendidikan.Memasuki 2021 para siswa mulai menjalani semester genap. Di akhir semester diantara para siswa itu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian besar siswa yang kini duduk di kelas XII, masih galau untuk menetukan pilihan untuk kuliah di perguruan tinggi (jurusan) setelah lulus SMA nanti.Hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) di tahun 2017 bisa jadi gambaran. Sebanyak 87% mahasiswa Indonesia mengakui jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Dan, 71,7% pekerja, memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. Siswa yang salah memilih jurusan kuliah akan berdampak pada ketidakmaksimalan dalam pekerjaan sehingga yang bersangkutan tidak bisa berprestasi. Kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki siswa juga tidak berkembang dengan baik.Nah, di saat-saat memasuki semester genap ini, sudah seharusnya para siswa, mendapat informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan. Lazimnya informasi seperti itu didapat saat ajang pameran pendidikan.Dihadiri 30 Ribu Pengunjung
Memamahami kebutuhan tersebut, PT Aku Pintar Indonesia, bakal menyelenggarakan pameran pendidikan secara virtual pada 6-7 Februari 2021 mendatang. PT Aku Pintar Indonesia, pemilik dan pengelola aplikasi Aku Pintar. Aplikasi ini merupakan aplikasi pendidikan terlengkap dan gratis yang mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia menuju Indonesia Pintar. Aku Pintar mempermudah siswa SMP, SMA/SMK dalam menentukan minat dan jurusan, pembelajaran, peningkatan kemampuan hingga ke jenjang perguruan tinggiPameran bertajuk ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’ ini menjadi inovasi di tengah kenormalan baru bagi pengelola sekolah dan lembaga pendidikan dalam memasarkan produk lembaga pendidikannya. Baca juga : Cegah Corona, Startup Aku Pintar Siap Bantu Siswa Belajar dari Rumah
Menurut CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko, tema yang diusung dalam pameran pendidikan virtual ini adalah‘Energizing Dreams: Pemanfaatan Teknologi Sebagai Solusi Akselerasi Pendidikan di Indonesia’. Luvianto menambahkan Aku Pintar akan mengoptimalisasikan penerapan teknologi agar informasi seputar dunia pendidikan tetap dapat diakses di masa pandemi. “Dalam ajang Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021 ini ditargetkan akan dihadiri oleh 30 ribu pengunjung,”kata LuviantoVirtual Edu-Expo (VEE) dari Aku Pintar mempertemukan produk pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan dan perusahaan dengan calon peserta didik serta orang tua secara mudah, aman, dan gratis (tidak ada biaya masuk bagi pengunjung).Pengunjung cukup mendaftar melalui laman https://expo.akupintar.id .Acara ini akan memberikan pengunjung sebuah pengalaman baru, seakan benar-benar berada di dalam sebuah pameran pendidikan konvensional. Pengunjung tetap dapat menikmati semua program dan mengaskes informasi yang ada di pameran secara gratis dari laptop ataupun smartphone-nya,” ujar Luvianto.Selama dua hari, VEE dari Aku Pintar akan diisi oleh kegiatan informatif yaitu talkshow, konsultasi pendidikan serta permainan dan kompetisi berhadiah total puluhan juta rupiah. Untuk mengakses semua kegiatan tersebut, pengunjung cukup meng-klik ruang-ruang pada laman pameran ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’.Misalnya, untuk menonton talkshow bisa memilih thumbnail ruang audiotorium, kemudian akan dihiperlink-kan ke video/live streaming yang menayangkan program talkshow. Sementara untuk akses informasi mengenai universitas, pengunjung bisa meng-klik booth-booth dari 75 universitas terkemuka atau lembaga pendidikan yang ambil bagian di pameran virtual ini. Khusus untuk booth universitas dan lembaga pendidikan, pengunjung juga bisa mengunduh brosur serta melakukan konsultasi pendidikan.Terkait permainan berhadiah, pengunjung disarankan melakukan aktivitas sebanyak-banyaknya di setiap ruang pada ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’. Setiap aktivitas nantinya akan mendapatkan poin yang diakumulasikan dan berkesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat dinikmati pengunjung pameran secara gratis.Untuk memastikan kenyamanan pengunjung saat mengakses dan mengikuti berbagai aktivitas di VEE ini, Aku Pintar menggandeng pengembang profesional yang telah berpengalaman dalam melakukan event sejenis di beberapa negara lainnya. Aku Pintar juga merangkul mitra dari kaum muda mau pun guru untuk kompetisi cerdas cermat antar SMA dan guru menulis di seluruh Indonesia.Pada sesi talkshow, akan ada sharing materi dengan tema menarik dari narasumber inspiratif antara lain Robinson Sinurat, Founder Yayasan Mimpi Besar Indonesia, James Parulian Putra Nababan, Anggota DPR RI dan Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI sekaligus CEO Kitongbisa Social Enterprise. Selain narasumber dari kalangan muda berprestasi, event ini akan menghadirkan juga narasumber dari pakar pendidikan dan psikolog.Robinson Sinurat, seorang anak petani asal Sumatera Utara yang berhasil meraih gelar master di Universitas Columbia, New York akan mengisi sesi talkshow bertema “Mimpi Besar Seorang Anak Petani”. Ia merasa senang dan berterima kasih diberi kesempatan untuk berbagi perihal perjuangannya dalam meniti karir terutama dalam menempuh jenjang pendidikannya.“Ini wadah yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa ambil bagian dan sharing terutama soal pendidikan dan perjuangan dalam meraih cita-cita. Semoga nantinya bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi pengunjung pameran”, ujar Robinson.Lebih lanjut lagi, Pebri berharap ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’ mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di kenormalan baru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Memamahami kebutuhan tersebut, PT Aku Pintar Indonesia, bakal menyelenggarakan pameran pendidikan secara virtual pada 6-7 Februari 2021 mendatang. PT Aku Pintar Indonesia, pemilik dan pengelola aplikasi Aku Pintar. Aplikasi ini merupakan aplikasi pendidikan terlengkap dan gratis yang mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia menuju Indonesia Pintar. Aku Pintar mempermudah siswa SMP, SMA/SMK dalam menentukan minat dan jurusan, pembelajaran, peningkatan kemampuan hingga ke jenjang perguruan tinggiPameran bertajuk ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’ ini menjadi inovasi di tengah kenormalan baru bagi pengelola sekolah dan lembaga pendidikan dalam memasarkan produk lembaga pendidikannya. Baca juga : Cegah Corona, Startup Aku Pintar Siap Bantu Siswa Belajar dari Rumah
Menurut CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko, tema yang diusung dalam pameran pendidikan virtual ini adalah‘Energizing Dreams: Pemanfaatan Teknologi Sebagai Solusi Akselerasi Pendidikan di Indonesia’. Luvianto menambahkan Aku Pintar akan mengoptimalisasikan penerapan teknologi agar informasi seputar dunia pendidikan tetap dapat diakses di masa pandemi. “Dalam ajang Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021 ini ditargetkan akan dihadiri oleh 30 ribu pengunjung,”kata LuviantoVirtual Edu-Expo (VEE) dari Aku Pintar mempertemukan produk pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan dan perusahaan dengan calon peserta didik serta orang tua secara mudah, aman, dan gratis (tidak ada biaya masuk bagi pengunjung).Pengunjung cukup mendaftar melalui laman https://expo.akupintar.id .Acara ini akan memberikan pengunjung sebuah pengalaman baru, seakan benar-benar berada di dalam sebuah pameran pendidikan konvensional. Pengunjung tetap dapat menikmati semua program dan mengaskes informasi yang ada di pameran secara gratis dari laptop ataupun smartphone-nya,” ujar Luvianto.Selama dua hari, VEE dari Aku Pintar akan diisi oleh kegiatan informatif yaitu talkshow, konsultasi pendidikan serta permainan dan kompetisi berhadiah total puluhan juta rupiah. Untuk mengakses semua kegiatan tersebut, pengunjung cukup meng-klik ruang-ruang pada laman pameran ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’.Misalnya, untuk menonton talkshow bisa memilih thumbnail ruang audiotorium, kemudian akan dihiperlink-kan ke video/live streaming yang menayangkan program talkshow. Sementara untuk akses informasi mengenai universitas, pengunjung bisa meng-klik booth-booth dari 75 universitas terkemuka atau lembaga pendidikan yang ambil bagian di pameran virtual ini. Khusus untuk booth universitas dan lembaga pendidikan, pengunjung juga bisa mengunduh brosur serta melakukan konsultasi pendidikan.Terkait permainan berhadiah, pengunjung disarankan melakukan aktivitas sebanyak-banyaknya di setiap ruang pada ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’. Setiap aktivitas nantinya akan mendapatkan poin yang diakumulasikan dan berkesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat dinikmati pengunjung pameran secara gratis.Untuk memastikan kenyamanan pengunjung saat mengakses dan mengikuti berbagai aktivitas di VEE ini, Aku Pintar menggandeng pengembang profesional yang telah berpengalaman dalam melakukan event sejenis di beberapa negara lainnya. Aku Pintar juga merangkul mitra dari kaum muda mau pun guru untuk kompetisi cerdas cermat antar SMA dan guru menulis di seluruh Indonesia.Pada sesi talkshow, akan ada sharing materi dengan tema menarik dari narasumber inspiratif antara lain Robinson Sinurat, Founder Yayasan Mimpi Besar Indonesia, James Parulian Putra Nababan, Anggota DPR RI dan Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI sekaligus CEO Kitongbisa Social Enterprise. Selain narasumber dari kalangan muda berprestasi, event ini akan menghadirkan juga narasumber dari pakar pendidikan dan psikolog.Robinson Sinurat, seorang anak petani asal Sumatera Utara yang berhasil meraih gelar master di Universitas Columbia, New York akan mengisi sesi talkshow bertema “Mimpi Besar Seorang Anak Petani”. Ia merasa senang dan berterima kasih diberi kesempatan untuk berbagi perihal perjuangannya dalam meniti karir terutama dalam menempuh jenjang pendidikannya.“Ini wadah yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa ambil bagian dan sharing terutama soal pendidikan dan perjuangan dalam meraih cita-cita. Semoga nantinya bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi pengunjung pameran”, ujar Robinson.Lebih lanjut lagi, Pebri berharap ‘Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021’ mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di kenormalan baru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
(eko)
Lihat Juga :