Fadjroel Rachman Posting Buku yang Ditulis di Nusakambangan dan Sukamiskin
Senin, 23 November 2020 - 11:48 WIB
loading...
Fadjroel Rachman. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menghebohkan warganet seusai mengunggah foto dirinya tengah menikmati akhir pekan pada Minggu (22/11/2020), sambil membaca buku karangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, How Democracies Die. Beberapa jam kemudian, Juru Bicara Presiden Joko Widodo, M. Fadjroel Rachman , mengunggah gambar buku berjudul Democracy Without The Democrats: On Freedom, Democracy, and The Welfare State.
Buku tersebut adalah karangan Fadjroel sendiri ketika dirinya dipenjara saat era Orde Baru, tepatnya di penjara Nusakambangan dan Sukamiskin. Meski tubuhnya dipenjara rezim Presiden Soeharto saat itu, kata Fadjroel, tapi tidak dengan pikirannya yang mampu menerobos luasnya dunia dan zaman.
"Buku #DemocracyWithoutTheDemocrats: On Freedom, Democracy, and The Welfare State, sebagian besar ditulis dari Penjara Nusakambangan & Sukamiskin, plus artikel saya di @hariankompas. Tubuh di penjara rezim totaliter Suharto/Orba, tapi pikiran menerobos keluasan dunia & zaman ~ FR," ujar Fadjroel melalui akun twitter pribadinya @fadjroeL dikutip pada Senin (23/11/2020).
(Baca juga: Anies Baswedan Baca Buku Ini, Pengguna Twitter Perang Komentar ).
Melalui buku itu, Fadjroel menyampaikan pesan bahwa perjuangan demokratisasi demokrasi merupakan perjuangan tanpa akhir. Perjuangan demokrasi sejak kemerdekaan, kata Fadjroel, tak berjalan mulus karena diadang tantangan antidemokrasi berujung dorongan reformasi pada 21 Mei 1998.
![Fadjroel Rachman Posting Buku yang Ditulis di Nusakambangan dan Sukamiskin]()
M. Fadjroel Rachman mengunggah gambar buku berjudul Democracy Without The Democrats: On Freedom, Democracy, and The Welfare State. Twitter @fadjroeL
Buku tersebut adalah karangan Fadjroel sendiri ketika dirinya dipenjara saat era Orde Baru, tepatnya di penjara Nusakambangan dan Sukamiskin. Meski tubuhnya dipenjara rezim Presiden Soeharto saat itu, kata Fadjroel, tapi tidak dengan pikirannya yang mampu menerobos luasnya dunia dan zaman.
"Buku #DemocracyWithoutTheDemocrats: On Freedom, Democracy, and The Welfare State, sebagian besar ditulis dari Penjara Nusakambangan & Sukamiskin, plus artikel saya di @hariankompas. Tubuh di penjara rezim totaliter Suharto/Orba, tapi pikiran menerobos keluasan dunia & zaman ~ FR," ujar Fadjroel melalui akun twitter pribadinya @fadjroeL dikutip pada Senin (23/11/2020).
(Baca juga: Anies Baswedan Baca Buku Ini, Pengguna Twitter Perang Komentar ).
Melalui buku itu, Fadjroel menyampaikan pesan bahwa perjuangan demokratisasi demokrasi merupakan perjuangan tanpa akhir. Perjuangan demokrasi sejak kemerdekaan, kata Fadjroel, tak berjalan mulus karena diadang tantangan antidemokrasi berujung dorongan reformasi pada 21 Mei 1998.

M. Fadjroel Rachman mengunggah gambar buku berjudul Democracy Without The Democrats: On Freedom, Democracy, and The Welfare State. Twitter @fadjroeL
Lihat Juga :