Fenomena Rizieq Shihab

Senin, 23 November 2020 - 05:10 WIB
loading...
Fenomena Rizieq Shihab
Adi Prayitno
A A A
Adi Prayitno
Dosen Ilmu Politik Fisip UIN Jakarta, Direktur Eksekutif Parameter Politik

HABIB Rizieq Shihab kadung menjadi fenomena politik dan keagamaan. Segala tingkah laku, perkataan, dan aktivitasnya memantik diskusi panas. Sosoknya anti-pemerintah, agresif secara verbal, dan kerap menyerang mazhab Islam moderat. Sejak pulang ke Indonesia publik tanpa henti membincangkan sepak terjang pentolan Front Pembela Islam (FPI) ini. Kisruh dan penuh kegaduhan.

Persoalan dimulai sejak kepulangan Rizieq disambut ribuan pengikutnya di Bandara Soekarno-Hatta. Selang beberapa hari Rizieq mengadakan pertemuan di Bogor, Jawa Barat, lalu merayakan Maulid Nabi dan menggelar resepsi pernikahan putrinya yang dihadiri jubelan massa. Tak hanya itu Rizieq menyatakan siap berekonsiliasi dengan catatan pemerintah membebaskan sejumlah tahanan yang dinilai dikriminalisasi.

Lalu apa yang menyebabkan Rizieq Shihab menjadi sebuah fenomena? Secara politik posisinya yang kontra-pemerintah membuat dirinya dijadikan simbol dan tumpuan untuk menyerang penguasa secara vulgar. Terutama oleh kelompok yang selama ini bernafsu mengganti presiden dan kalah pada Pemilu Presiden 2019. Sikap keras dan serangan terbuka membuat Rizieq dinilai memiliki karakter tersendiri. Berbeda dengan elite aliran agama lain yang cenderung soft dan diplomatis.

Secara keagamaan Rizieq dikonotasikan memiliki warna keislaman berbeda dengan ormas Islam lain. Filosofi perjuangan amar ma’ruf nahi munkar diaksentuasikan lebih keras ke permukaan yang dinarasikan lebih agresif menyerang pihak lain dan pemerintah yang dituding anti-Islam. Agitasi dan propagandanya dibangun atas dasar tembok tebal pemisah “kita” dan “mereka”. Hitam putih tanpa toleransi apa pun bagi pihak yang berbeda. (Baca Juga: HRS, Ratu Adil, dan Krisis Sosial)

Wajar jika wacana Rizieq selalu memancing keriuhan. Bukan hanya pemerintah yang dikritik keras, tetapi ormas Islam lain yang dituding tak sejalan juga diserang. Tak jarang agama lain juga dicibir. Banyak pihak khawatir kembalinya Rizieq memunculkan kembali sentimen politik identitas yang potensial memecah belah. Padahal luka politik efek Pilpres 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 belum sepenuhnya sembuh. Kini publik kembali hidup dalam bayang-bayang kebangkitan politik identitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Jokowi Buka Suara soal...
Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Dasco dan Prasetyo Temui...
Dasco dan Prasetyo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Ini yang Dibahas
Relawan Jokowi Tuding...
Relawan Jokowi Tuding Habib Rizieq Jadi Konsultan Gerakan Pemakzulan Gibran
Habib Rizieq ke Wamenaker:...
Habib Rizieq ke Wamenaker: Pengangguran di Indonesia Sudah Memprihatinkan
Pengajian Habib Rizieq...
Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Rusuh, 5 Orang Luka-luka
Baru Kena Demam 40 Derajat,...
Baru Kena Demam 40 Derajat, Habib Rizieq Senang Hadir di Reuni 212
Habib Rizieq Serukan...
Habib Rizieq Serukan PA 212 Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, tapi Tetap Kritis
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Berita Terkini
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved