Rocky Gerung: TNI Bisa Bantu Turunkan Baliho kalau Satpol PP Nggak Bisa Manjat
Sabtu, 21 November 2020 - 17:06 WIB
loading...
Rocky Gerung mengatakan pengerahan pasukan ke Markas FPI untuk mencopoti spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab adalah inisiatif pangdam jaya yang berlebihan. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui memberi perintah kepada anggotanya untuk mencopot spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab. Aktivis dan pengamat politik Rocky Gerung menilai perintah tersebut berlebihan dibandingkan konteks yang dihadapi.
”Menurut saya itu suatu inisiatif yang berlebihan dari pangdam,” ujar dia dalam video wawancara dengan Hersuberno Arief di akun youtube Rocky Gerung Official, Sabtu (21/11/2020).
(Baca: Ambil Alih Tugas Satpol PP, Ketua FUUI: Maaf, TNI Tidak Agung Lagi)
Rocky berpendapat pangdam mungkin merasa terganggu atas berbagai peristiwa yang terjadi sejak Habib Rizieq kembai ke Tanah Air. Akan tetapi, dia mengingatkan bahwa peristiwa tersebut adalah peristiwa politik. TNI telah menarik diri dari gelanggang politik begitu reformasi bergulir pada 1998.
”Sejak reformasi tahun 1998 TNI mengucapkan tunduk pada civilian values, pada pemerintahan sipil, sehingga tidak boleh masuk di dalam wilayah yang sifatnya politis,” ujar mantan dosen pengajar Filsasat Universitas Indonesia ini.
”Menurut saya itu suatu inisiatif yang berlebihan dari pangdam,” ujar dia dalam video wawancara dengan Hersuberno Arief di akun youtube Rocky Gerung Official, Sabtu (21/11/2020).
(Baca: Ambil Alih Tugas Satpol PP, Ketua FUUI: Maaf, TNI Tidak Agung Lagi)
Rocky berpendapat pangdam mungkin merasa terganggu atas berbagai peristiwa yang terjadi sejak Habib Rizieq kembai ke Tanah Air. Akan tetapi, dia mengingatkan bahwa peristiwa tersebut adalah peristiwa politik. TNI telah menarik diri dari gelanggang politik begitu reformasi bergulir pada 1998.
”Sejak reformasi tahun 1998 TNI mengucapkan tunduk pada civilian values, pada pemerintahan sipil, sehingga tidak boleh masuk di dalam wilayah yang sifatnya politis,” ujar mantan dosen pengajar Filsasat Universitas Indonesia ini.
Lihat Juga :