Masyarakat Harus Menunggu Setengah Jam Setelah Vaksinasi Covid-19, Ini Tujuannya

Jum'at, 20 November 2020 - 06:22 WIB
loading...
Masyarakat Harus Menunggu...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah berupaya agar dapat segera menjalankan program vaksinasi Covid-19 . Berbagai persiapan dilakukan pemerintah untuk menjalankan vaksinasi .

"Jadi pemerintah berupaya untuk dapat segera menjalankan program vaksinasi untuk masyarakat. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui simulasi vaksinasi yang ditinjau langsung oleh presiden pada hari Rabu 18 November 2020," kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (19/11/2020).

Dia mengatakan, simulasi merupakan upaya untuk memastikan kesiapan masyarakat dan juga daerah dalam menjalankan program vaksinasi Covid-19 . Menurutnya, dari simulasi yang telah digelar masyarakat sudah mengikuti prosedur yang ada.

(Baca juga: Soal Pelanggaran Prokes, Yusril: Mendagri Tak Punya Kewenangan Copot Kepala Daerah ).

"Dari simulasi ini masyarakat mengikuti seluruh tahapan vaksinasi dari mulai pendaftaran, memperoleh vaksinasi dan menunggu selama 30 menit pascavaksinasi untuk melihat reaksi penyuntikan vaksin sebelum nantinya diperbolehkan pulang," tuturnya

Dia kembali menekankan bahwa program vaksinasi ini sangat bergantung pada proses pengembangan vaksin yang akan digunakan. Saat ini berbagai kandidat vaksin yang digunakan berada pada tahap uji klinis untuk memastikan keamanan efektivitas dan dosis aman yang dapat digunakan.

(Baca juga: Uji Klinis Vaksin Sinovac, Hanya Ditemukan Gejala Nyeri di Titik Suntikan ).

"Sesuai yang telah disampaikan presiden maka tentunya kami berharap vaksinasi massal dapat dilakukan secepatnya jika vaksin sudah siap," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Ibas: Kita Dukung Vaksin...
Ibas: Kita Dukung Vaksin TBC dan Malaria untuk Kesehatan Masyarakat
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Rekomendasi
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved