Kampanye Daring Tak Dilirik Calon Kepala Daerah, Ini Sebabnya

Rabu, 18 November 2020 - 19:03 WIB
loading...
Kampanye Daring Tak...
Kampanye daring danggap tidak efektif menggaet dukungan calon pemilih sehingga kandidat memilih tetap menggelar pertemuan tatap muka.
A A A
JAKARTA- Pasangan calon kepala daerah cenderung mengabaikan imbauan pemerintah untuk menggelar kampanye daring atau virtual. Selama masa kampanye pilkada berlangsung, kampanye daring nyaris tak dilirik oleh kandidat. Mereka lebih memilih tetap melakukan pertemuan tatap muka atau rapat terbatas dengan calon pemilih, meski berisiko menjadi arena penularan Covid-19.

Berdasarkan evaluasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kampanye daring hanya dilakukan 49 kali pada 10 hari kelima masa kampanye pilkada (5-14 November). Bandingkan dengan kampanye tatap muka pada periode sama yang jumlahnya mencapai 17.738 kegiatan. Maraknya kampanye tatap muka ini pula yang menyebabkan pelanggaran protokol kesehatan di pilkada terus meningkat. Hingga hari ke 50 kampanye pada 14 November, terjadi pelanggaran protokol kesehatan hingga 1.448 kasus. Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya mendorong pasangan calon berkampanye daring demi meminimalkan potensi penyebaran virus korona. (Baca Juga: Data Bawaslu: Tren Pelanggaran Protokol Kesehatan Meningkat)

Berdasarkan ketentuan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), kampanye daring bisa dilakukan melalui laman resmi pasangan calon, atau membuat konten di akun resmi pasangan calon di media sosial.

Rendahnya animo pasangan calon berkampanye daring sudah terlihat sejak awal masa kampanye. Pada 10 hari pertama kampanye (26 September-5 Oktober), kampanye daring hanya digelar 69 kali, lalu pada 10 hari kedua (6-15 Oktober) kampanye daring hanya 98 kegiatan. Lalu, pada 10 hari ketiga (16-25 Oktober), kampanye daring sebanyak 80 kegiatan. Kemudian, pada 10 hari keempat (26 Oktober-4 November), jumlah kampanye daring hanya 56 kegiatan. Padahal, Pilkada Serentak 2020 diikuti lebih dari 800 calon atau lebih 400 pasangan. (Baca Juga: Bawaslu Tindak Tegas 398 Kampanye Langgar Protokol Kesehatan Covid-19)

Pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) Hendri Satrio mengatakan, ada sejumlah penyebab sehingga kampanye daring tak diminati calon kepala daerah. Pertama, faktor kesiapan teknologi. Tidak semua pemilik suara di daerah punya gawai atau jaringan internet yang baik untuk mengikuti kampanye daring yang dilakukan calon. Apalagi, banyak daerah yang saat ini belum terjangkau jaringan internet. Kedua, potensi gangguan pada kampanye daring cukup besar. Jika lewat daring bisa saja ada gangguan jaringan sehingga pesan kampanye tidak seefektif ketika kampanye dilakukan secara tatap muka. Ketiga, soal efektivitas umpan balik atau feedback. Sulit terjadi komunikasi dua arah antara kandidat dengan calon pemilih jika kampanye lewat daring. Akibatnya, dua pihak sulit untuk bertukar pesan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fraksi Nasdem Sebut...
Fraksi Nasdem Sebut Pilkada melalui DPRD Selaras dengan Konstitusi
Bawaslu Catat 433 Laporan...
Bawaslu Catat 433 Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2024
Cak Imin Klaim Jagoan...
Cak Imin Klaim Jagoan PKB Menang Tanpa Uang di Pilkada
Hari Pencoblosan Pilkada...
Hari Pencoblosan Pilkada Serentak 2024, KPK Imbau Masyarakat Tolak Politik Uang
Bawaslu Klaim Tak Pilah...
Bawaslu Klaim Tak Pilah Pilih Pelanggaran Kampanye Pemilu 2024
Film Dirty Vote Soroti...
Film Dirty Vote Soroti Bawaslu Tidak Kompeten Awasi Penyelenggaraan Pemilu
Bawaslu Kaji 130 Laporan...
Bawaslu Kaji 130 Laporan 'Money Politics' saat Masa Tenang dan Hari Pencoblosan Pilkada Serentak
Bawaslu Angkat Bicara...
Bawaslu Angkat Bicara usai Ada Dugaan Pembagian Amplop di Warkop Jelang Pilkada Jakarta
3 Orang Diamankan Terkait...
3 Orang Diamankan Terkait Money Politics Pilkada Humbang Hasundutan, Salah Satunya Diduga ASN
Rekomendasi
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
First Look Ibra The...
First Look Ibra The Movie: Menembus Langit, Mengungkap Masa Lalu
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved