Uji Klinis Ketiga Beres, Vaksin Sinovac Ajukan EUA
Rabu, 18 November 2020 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Terawan menjelaskan, jumlah sasaran penerima vaksin Covid-19 sudah mengakomodasi rekomendasi dari WHO. Nantinya, pelaksanaan pemberian vaksin dilakukan dengan pendekatan dua skema. Pertama, melalui vaksin program dengan sasaran 32.158.276 orang. “Sesuai petunjuk WHO, indicative rate global untuk vaksin maka wastage rate-nya sekitar 15%,” paparnya. (Baca juga: Tetap Jaga berat Badan Selama Pandemi)
Skema kedua ialah melalui vaksin mandiri dengan sasaran sekitar 75 juta orang yang membutuhkan 172 juta dosis. “Ini dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15%. Dalam wastage rate, termasuk indeks pemakaian, vaksin sisa tidak terpakai, rusak, hilang ini bisa dimanfaatkan sebagai buffer stock atau bila terjadi kemungkinan kurang atau kebutuhan emergency dan relokasi antardaerah,” ujarnya.
Sementara itu Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), I Nyoman Kandun, mengatakan, dari sudut pandang investasi kesehatan, imunisasi jadi investasi masa depan anak Indonesia. “Imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak Indonesia. Dengan dibekali imunisasi yang melindungi mereka dari penyakit menular, maka anak Indonesia bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental. Dengan begitu, anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ungkap Nyoman dalam dialog KPC PEN secara virtual kemarin. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Imunisasi, kata Nyoman, sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh dalam melawan penyakit tertentu yang merupakan bagian dari upaya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang spesifik dan efektif dari segi biaya. (Kiswondari/Binti Mufarida)
Skema kedua ialah melalui vaksin mandiri dengan sasaran sekitar 75 juta orang yang membutuhkan 172 juta dosis. “Ini dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15%. Dalam wastage rate, termasuk indeks pemakaian, vaksin sisa tidak terpakai, rusak, hilang ini bisa dimanfaatkan sebagai buffer stock atau bila terjadi kemungkinan kurang atau kebutuhan emergency dan relokasi antardaerah,” ujarnya.
Sementara itu Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), I Nyoman Kandun, mengatakan, dari sudut pandang investasi kesehatan, imunisasi jadi investasi masa depan anak Indonesia. “Imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak Indonesia. Dengan dibekali imunisasi yang melindungi mereka dari penyakit menular, maka anak Indonesia bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental. Dengan begitu, anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ungkap Nyoman dalam dialog KPC PEN secara virtual kemarin. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Imunisasi, kata Nyoman, sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh dalam melawan penyakit tertentu yang merupakan bagian dari upaya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang spesifik dan efektif dari segi biaya. (Kiswondari/Binti Mufarida)
(ysw)
Lihat Juga :