Uji Klinis Ketiga Beres, Vaksin Sinovac Ajukan EUA
Rabu, 18 November 2020 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Penny memastikan vaksin Sinovac telah selesai tahap uji klinis tahap III dan memasuki tahapan monitoring. Saat ini ada 48 kandidat vaksin Covid-19 tingkat global di mana 11 di antaranya masuk fase uji klinis tahap II. “Pengembangan vaksin Covid-19 hasil industri lokal kerja sama Sinovac dan Biofarmasi telah selesai uji klinisnya dan sekarang proses analisa data,” katanya.
Penny melanjutkan, ada satu lagi uji klinis vaksin Covid-19 yang sedang berjalan, yakni Genesine asal Korea Selatan yang bekerja sama dengan PT Kalbe Farma dan masuk uji klinis tahap III. BPOM siap mendampingi izin-izin akses, impor dan vaksinasi vaksin lain yang diproduksi, sudah selesai uji klinis, dan sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Indonesia. (Baca juga: Kemendikbud Pastikan Subsidi upah Guru dan Dosen Disalurkan Bulan Ini)
"BPOM terbuka dan siap berikan konsultasi untuk semua jenis hasil penelitian vaksin dan pengembangannya, antara industri farmasi dan peneliti-peneliti yang ada," ujarnya.
Terkait aspek keamanan dan khasiat vaksin Covid-19 , lanjut Penny, BPOM telah datang sendiri ke fasilitas produksi di China. BPOM sudah mendapatkan data kualitas yang baik dan sangat bisa dipercaya. “Kami menunggu aspek keamanan dan khasiat, dan observasi tiga bulan, enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua. Pengawalan keamanan, khasiat, dan mutu yang akan menjadi pemberian EUA dari BPOM," katanya.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan skema vaksinasi Covid-19. Ada dua skema, yakni vaksin bagi masyarakat kurang mampu dan skema vaksin mandiri bagi yang mampu secara ekonomi. Dia menargetkan pemberian vaksin Covid-19 akan meliputi 67% dari total 160 juta penduduk berusia 18 sampai 59 tahun. Artinya, ada 107,2 juta penduduk Indonesia yang akan mendapatkan vaksinasi. Dengan syarat sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Pemberian vaksin Covid-19 itu juga ditujukan kepada mereka yang sehat sebagaimana rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). “Vaksin Covid-19 sampai saat ini diperuntukkan bagi sasaran umur 18 sampai 59 tahun dan sehat. Antara lain tanpa komorbid, ibu hamil, dan yang sudah terinfeksi Covid-19 sesuai rekomendasi ITAGI,” kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta kemarin.
Penny melanjutkan, ada satu lagi uji klinis vaksin Covid-19 yang sedang berjalan, yakni Genesine asal Korea Selatan yang bekerja sama dengan PT Kalbe Farma dan masuk uji klinis tahap III. BPOM siap mendampingi izin-izin akses, impor dan vaksinasi vaksin lain yang diproduksi, sudah selesai uji klinis, dan sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Indonesia. (Baca juga: Kemendikbud Pastikan Subsidi upah Guru dan Dosen Disalurkan Bulan Ini)
"BPOM terbuka dan siap berikan konsultasi untuk semua jenis hasil penelitian vaksin dan pengembangannya, antara industri farmasi dan peneliti-peneliti yang ada," ujarnya.
Terkait aspek keamanan dan khasiat vaksin Covid-19 , lanjut Penny, BPOM telah datang sendiri ke fasilitas produksi di China. BPOM sudah mendapatkan data kualitas yang baik dan sangat bisa dipercaya. “Kami menunggu aspek keamanan dan khasiat, dan observasi tiga bulan, enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua. Pengawalan keamanan, khasiat, dan mutu yang akan menjadi pemberian EUA dari BPOM," katanya.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan skema vaksinasi Covid-19. Ada dua skema, yakni vaksin bagi masyarakat kurang mampu dan skema vaksin mandiri bagi yang mampu secara ekonomi. Dia menargetkan pemberian vaksin Covid-19 akan meliputi 67% dari total 160 juta penduduk berusia 18 sampai 59 tahun. Artinya, ada 107,2 juta penduduk Indonesia yang akan mendapatkan vaksinasi. Dengan syarat sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Pemberian vaksin Covid-19 itu juga ditujukan kepada mereka yang sehat sebagaimana rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). “Vaksin Covid-19 sampai saat ini diperuntukkan bagi sasaran umur 18 sampai 59 tahun dan sehat. Antara lain tanpa komorbid, ibu hamil, dan yang sudah terinfeksi Covid-19 sesuai rekomendasi ITAGI,” kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta kemarin.
Lihat Juga :