Bawaslu: 31 Pengawas Pilkada 2020 Alami Kekerasan Saat Jalankan Tugas

loading...
Bawaslu: 31 Pengawas Pilkada 2020 Alami Kekerasan Saat Jalankan Tugas
Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan pihakanya menemukan masih banyak perlakuan intimidasi kepada para pengawas Pilkada 2020 saat menjalankan tugasnya. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) menyebut masih banyak perlakuan intimidasi kepada para pengawas Pilkada 2020 saat menjalankan tugasnya. Dalam periode kampanye 5-14 November, setidaknya ada 31 orang pengawas pemilu mendapat kekerasan .

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin saaat melaporkan hasil temuan pengawasan pada 10 hari kelima masa kampanye Pilkada 2020. Dalam laporan itu, tercatat juga tentang laporan petugas pengawas di lapangan yang mendapatkan kekerasan. (Baca juga: Bawaslu Tindak Tegas 398 Kampanye Langgar Protokol Kesehatan Covid-19)

"Bawaslu mencatat, setidaknya 31 orang pengawas pemilu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada mendapat kekerasan saat menjalankan tugas," ujar Afif dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/11/2020).

Koordinator Divisi Bidang Pengawasan Bawaslu ini mengungkapkan sebagian besar tindak kekerasan dipicu oleh pembubaran kampanye. Kekerasan ini, katanya, dialami oleh pengawas pemilu di daerah hingga tingkat kelurahan/desa. (Baca juga:Bawaslu Ungkap Kelompok yang Rentan Jadi Target Politik Uang di Pilkada)



"Kekerasan tersebut berupa intimidasi atau kekerasan verbal yang dialami 19 orang pengawas pemilu, dan kekerasan fisik yang dialami 12 orang pengawas," kata dia.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top