Setara Institute Nilai Lemahnya Kepemimpinan Nasional Faktor Pemicu Intoleransi Agama

Selasa, 17 November 2020 - 06:17 WIB
loading...
Setara Institute Nilai...
Direktur Riset Setara Institute Halili Hasan.Foto/iNews.id/Dok
A A A
JAKARTA - Kasus intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama masih kerap terjadi Indonesia. Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo , tidak menjadi jaminan tak ada lagi kasus intoleransi.

Terlebih lagi dalam rangka Hari Toleransi Internasional, dalam pernyataan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di hari terakhir KTT ASEAN ke-37, 15 November 2020, menyampaikan tentang pentingnya toleransi. Dia mengaku keprihatinan masih terus terjadinya intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

Setara Institute menilai keprihatian yang dinyatakan oleh Presiden Jokowi merupakan kondisi faktual, khususnya dalam konteks Indonesia. Intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama merupakan masalah serius yang dihadapi, khusus oleh bangsa dan pemerintah Indonesia sendiri.

Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden RI pada 2014 sempat memunculkan harapan baru, setelah selama satu dekade di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kondisi kebebasan beragama maupun berkeyakinan mengalami stagnasi. Namun, merujuk situasi objektif terkini, harapan publik terhadap pemerintahan Jokowi memudar.

“Periode pertama kepresidenan Jokowi tidak menghasilkan teroboson yang signifikan dalam pemajuan toleransi dan kebebasan beragama/berkeyakinan. Alih-alih membangkitkan harapan publik, tahun pertama periode kedua Presiden Jokowi justru menunjukkan lemahnya kepemimpinan nasional dalam jaminan hak untuk beragama/berkeyakinan secara merdeka sesuai dengan konstitusi,” kata Direktur Riset Setara Institute Halili Hasan kepada SINDOnews, Senin (16/11/2020).

Ada faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, Halili memandang politik akomodasi yang menguat dalam pemerintahan kedua Jokowi turut berkontribusi melemahkan kepemimpinan Jokowi dalam pemajuan toleransi, kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB), dan hak asasi manusia pada umumnya. (Baca: PDIP: Jangan Rusak Indonesia dengan Kebencian)

“Di tengah kepemimpinan nasional yang lemah, basis sosial toleransi ikut memburuk. Kondisi itu ditandai dengan rendahnya kesalingpahaman (mutual understanding) antaridentitas di tengah-tengah masyarakat yang dipicu pembiaran ekspresi kebencian atas nama agama oleh figur-figur publik dan politisasi agama oleh para politisi,” terang dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Stafsus Menag Dialog...
Stafsus Menag Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Jamin Hak Beribadah
Setara Institute Desak...
Setara Institute Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Andrie Yunus
Aktivis KontraS Disiram...
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Setara Institute: Politik Ketakutan untuk Membungkam Kritik
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Berita Terkini
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved