Data Pemilih KPU Bikin Dirjen Dukcapil Tertawa Geli
Jum'at, 13 November 2020 - 16:06 WIB
loading...
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengaku tertawa melihat data pemilih pilkada yang belum merekam e-KTP karena berkurang lebih dari 18 juta hanya dalam tempo sebulan. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA -
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengaku tertawa geli melihat data pemilih pilkada yang belum merekam e-KTP milik KPU . Zudan mengatakan data tersebut berubah drastis dalam waktu kurang dari sebulan.
“Memang saya tertawa geli. Geli karena lucu, kita jadi tertawa-tawa di internal Dukcapil pusat dan daerah,” katanya melalui pesan singkatnya, Jumat (13/11/2020).
(Baca: Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2020 Belum Akurat)
Seperti diketahui pada 27 Oktober 2020 KPU menyebut DPT yang belum merekam e-KTP mencapai 20,7 juta orang. Kemudian data tersebut berubah kembali pada tanggal 2 November 2020 menjadi 2,7 juta orang. Lalu kemarin tanggal 12 November jumlah yang belum merekam menurut KPU kembali turun menjadi 1,75 juta.
Zudan mengaku ragu dengan data milik KPU tersebut. Pasalnya data itu tidak dikoordinasikan sama sekali dengan Dukcapil.
"Saya masih ragu dengan angkanya Pak Viryan Aziz Komisioner KPU. Dulu 20 juta, minggu lalu turun 2,7 juta, minggu ini 1,7 juta. Lama-lama juga jadi habis sendiri," ungkapnya.
(Baca: KPU Jabar Sarankan KPU Pangandaran Agar Debat Cabup 2020 Tidak Digelar di Bandung)
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengaku tertawa geli melihat data pemilih pilkada yang belum merekam e-KTP milik KPU . Zudan mengatakan data tersebut berubah drastis dalam waktu kurang dari sebulan.
“Memang saya tertawa geli. Geli karena lucu, kita jadi tertawa-tawa di internal Dukcapil pusat dan daerah,” katanya melalui pesan singkatnya, Jumat (13/11/2020).
(Baca: Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2020 Belum Akurat)
Seperti diketahui pada 27 Oktober 2020 KPU menyebut DPT yang belum merekam e-KTP mencapai 20,7 juta orang. Kemudian data tersebut berubah kembali pada tanggal 2 November 2020 menjadi 2,7 juta orang. Lalu kemarin tanggal 12 November jumlah yang belum merekam menurut KPU kembali turun menjadi 1,75 juta.
Zudan mengaku ragu dengan data milik KPU tersebut. Pasalnya data itu tidak dikoordinasikan sama sekali dengan Dukcapil.
"Saya masih ragu dengan angkanya Pak Viryan Aziz Komisioner KPU. Dulu 20 juta, minggu lalu turun 2,7 juta, minggu ini 1,7 juta. Lama-lama juga jadi habis sendiri," ungkapnya.
(Baca: KPU Jabar Sarankan KPU Pangandaran Agar Debat Cabup 2020 Tidak Digelar di Bandung)
Lihat Juga :