Gara-gara Film The Social Dilemma, Muncul Usul Algoritma Internet Diatur UU

Selasa, 10 November 2020 - 13:25 WIB
loading...
Gara-gara Film The Social...
Anggota Komisi I DPR dari PKS Sukamta mengusulkan agar algorita internet diatir dalam UU untuk mencegah penyalahgunaan data yang terekam dalam beragam aplikasi, termasuk medsos. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Film The Social Dilemma menjadi sorotan. Film menyajikan cerita dari mantan pegawai dan eksekutif perusahaan raksasa teknologi dan media sosial (medsos), seperti facebook, google, youtube, twitter, dan Instagram.

Dalam film itu digambarkan teknologi informasi (TI) dan medsos dapat merekam dan mengawasi semua aktivitas manusia melalui sistem algoritma. Lewat data itu, medsos dapat menjadi alat untuk mempengaruhi perilaku manusia.

Dengan situasi itu, perlu ada pengaturan yang jelas mengenai TI, medsos, dan perlindungan data pribadi. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta mengatakan saat ini pihaknya tengah membahas rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Dengan penggunaan algoritma ini, platform media sosial bisa mengetahui pola suatu masyarakat sampai bisa mempengaruhi perilaku hidup mereka. Hal ini berpotensi menjadi masalah ketika digunakan untuk menginvasi privasi warga negara. Karenanya, kita sangat perlu mengatur hal ini dalam RUU PDP,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (10/11/2020).

(Baca: Komisi I DPR Minta Rencana Pembelian Jet Tempur Prancis Dievaluasi)

Dia menerangkan betapa terbukanya data seseorang ketika mengakses medsos. Misalnya, ketika seseorang mengaktifkan fitur lokasi, google bisa merekam perilaku perjalanan. Jejak digital itu yang dianalisis untuk dilihat kebiasaan dari orang tersebut.

Hasil analisisnya, mulai dari hal sederhana, seperti makanan kesukaan hingga yang lebih kompleks, seperti pandangan dan pilihan politik.

“Ini yang disebut sebagai profiling. Perilaku kita bisa dibaca lewat ini. Tentunya, platform medsos akan merekayasa perilaku kita dengan tawaran-tawaran konten tertentu berdasarkan profiling tadi,” tuturnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai hal seperti berpotensi masuk dalam ranah intervensi yang mengganggu privasi. Salah satu kasus profiling yang bikin heboh adalah dugaan pencurian data pengguna facebook oleh Cambridge Analytica.

(Baca: Facebook Tersinggung dengan Tayangan Film The Social Dilemma)

“Jika profiling diolah lagi, bisa menghasilkan data agregat. Ini bukan hanya soal kepentingan statistik biasa, tapi bisa mengarah kepada hal yang sangat strategis bagi kepentingan negara kita. Bukankah ini akan membahayakan keamanan pribadi dan bahkan bisa mengancam keamanan nasional?,” tuturnya.

Sukamta menegaskan pentingnya keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan medsos. Data-data pribadi masyarakat harus dilindungi.

“Ini relevan diatur lebih jelas dan tegas dalam RUU PDP untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan. Pelanggaran di dalamnya harus bisa dipidanakan untuk menimbulkan efek jera," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Berita Terkini
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Infografis
Daftar Prestasi Alwi...
Daftar Prestasi Alwi Farhan The Next Taufik Hidayat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved