Berpengaruh, Habib Rizieq Bisa Satukan Tokoh Islam dalam Masyumi Reborn

Selasa, 10 November 2020 - 11:00 WIB
loading...
Berpengaruh, Habib Rizieq Bisa Satukan Tokoh Islam dalam Masyumi Reborn
Massa simpatisan Habib Rizieq Shihab memadati Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ( HRS ) tiba kembali di Tanah Air setelah sekira tiga tahun berada di Arab Saudi. Spekulasi bermunculan, termasuk yang mengaitkan kedatangan Habib Rizieq dengan agenda politik ke depan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, kepulangan HRS tak hanya urusan menikahkan putrinya. Lebih dari itu, kepulangan pentolan aksi 411 dan 212 itu lebih kental nuansa politis ketimbang keluarga.

"Meskipun alasan politis sekalipun bukan persoalan. Memang hak HRS untuk pulang dan bergiat selama tidak melanggar hukum," ujar Dedi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (10/11/2020).

(Baca juga: Ini yang Bakal Terjadi Jika UAS, Amien Rais dan Habib Rizieq Gabung Masyumi ).

"Asumsi politis ini bisa saja dalam rangka hadirnya parpol Masyumi, sehingga diperlukan konsolidasi secara langsung," kata Dedi yang menilai kehadiran HRS juga bisa terkait Partai Masyumi yang dideklarasikan sejumlah tokoh Islam beberapa waktu lalu.
Berpengaruh, Habib Rizieq Bisa Satukan Tokoh Islam dalam Masyumi Reborn

Namun begitu, Dedi menganggap, Masyumi sendiri sebagai wacana partai politik akan sulit diterima publik. Untuk itu dibutuhkan, kolaborasi politik dan memaksimalkan semua potensi, salah satunya afiliasi dengan FPI, Kelompok 212, hingga kelompok lain yang cenderung kontra pemerintah.

(Baca juga: Penggerak Partai Ummat Berencana Sambangi Kediaman Habib Rizieq ).

Dalam hal ini, figur HRS dinilai bisa menyatukan tokoh Islam dalam barisan Masyumi Reborn . "Sebagai tokoh utama dan berpengaruh, HRS sangat mungkin menyatukan semua itu," pungkas dia.

(Lihat juga foto: Simpatisan Habib Rizieq Padati Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soetta ).
(zik)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2428 seconds (10.101#12.26)