Pastikan Vaksin Merah Putih Aman

Senin, 09 November 2020 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Keberadaan vaksin sangat dibutuhkan untuk penanganan corona yang saat ini sudah mencapai 49,7 juta kasus di dunia. Mengapa, karena harus ada kekebalan massal atau herd immunity yang hanya bisa dicapai dengan adanya vaksin tersebut. Dengan vaksin, maka menjadi tameng diri untuk mencegah penyebaran (Covid19) ke orang lain. Dengan kata lain, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain.

Indonesia sendiri tidak bisa menggantungkan kebutuhan vaksin dengan pihak luar semata. Belum lagi, nantinya perusahaan luar yang penjual vaksin diyakini akan semena-mena mematok harga karena banyak negara yang sangat membutuhkan vaksin. Jadi mau enggak mau meskipun kita tetap menjalankan trek yang pertama tadi, trek yang kedua yaitu (pengembangan) vaksin Merah Putih tetap harus dikedepankan.

Setelah dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19, terdapat enam institusi yang melakukan pengembangan vaksin Merah Putih dengan masing-masing platform. Enam institusi itu adalah Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman (platform subunit protein rekombinan mamalia based dan yeast based), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI/protein rekombinan fusi), Universitas Gajah Mada (UGM/protein rekombinan), Universitas Indonesia (UI/DNA, mRNA, virus like particles), Institut Teknologi Bandung (ITB/adenovirus), dan Universitas Airlangga (Unair/adenovirus dan adeno associated virus based).

Dari enam lembaga yang terlibat ini, progresnya sendiri sudah sejauh mana?

Kita melihat sebenarnya kemampuan dari riset kita dalam penemuan vaksin itu sudah sangat baik. Dan, banyak pihak juga yang kemudian sudah tahu cara mengembangkan vaksin dengan platform berbeda. Dan, dari enam lembaga yang sedang berkutat di laboratorium masing-masing itu, ada tiga kandidat vaksin yang bisa diproduksi massal pada 2021, yakni vaksin dari protein rekombinan yang dikembangkan Eijkman, vaksin dari adenovirus-nya Unair, dan UI yang mengembangkan vaksin dari DNA-RNA. Saat ini yang sedang dikawal intensif ialah Eijkman yang diharapkan bisa melakukan uji klinis pada hewan, menjelang akhir tahun. (Baca juga: Penyakit Penyerta Covid-19 Perlu Diwaspadai)

Setelah uji hewan selesai, dan kalau hasilnya bagus, maka kita harapkan segera bibit vaksin diberikan kepada Bio Farma. Bio Farmalah yang akan melakukan uji klinis tahap I, II, dan III, dan BPOM yang akan memberikan izinnya. Kita harapkan kalau semuanya bisa dilakukan upaya yang maksimal dan dipercepat, triwulan keempat 2021 mudah-mudahan vaksin Merah Putih ini sudah bisa diproduksi massal dan digunakan dalam vaksinasi..

Satu hal yang perlu juga disampaikan, DNA tubuh kita yang ditimbulkan oleh vaksin tidak akan seumur hidup bertahan, suatu saat akan habis. Karena suatu saat akan habis, di sinilah perlunya vaksin Merah Putih. Ketika DNA tubuh kita berkurang, maka harus ada revaksinasi atau Booster supaya daya imun kita terhadap Covid-19 tetap kuat. Jadi, itu garis besar dari urgensi dan pengembangan vaksin Merah Putih.

Berapa besaran anggaran untuk riset dan pengembangan vaksin ini?

Kemenristek telah menggelontorkan dana Rp10 miliar untuk Eijkman. Anggaran tersebut digunakan untuk riset dan juga pembuatan reagen. Anggaran besar ini diberikan karena dari segi fasilitas Eijkman telah memiliki laboratorium dan peralatan yang sudah cukup lengkap. Sedangkan untuk tahap selanjutnya yakni uji klinis pemerintah akan menganggarkan Rp300 miliar agar vaksin bisa segera diproduksi massal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Subvarian Arcturus Muncul,...
Subvarian Arcturus Muncul, Masyarakat Diminta Segera Vaksin Booster
Wacana Vaksin Covid-19...
Wacana Vaksin Covid-19 Berbayar, Ini Penjelasan Wapres
Komisi IX DPR Minta...
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19 untuk Anak
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Sekolah Cendekia Harapan...
Sekolah Cendekia Harapan Kenalkan Siswanya dengan Ilmuwan Indonesia yang Mendunia
Rekomendasi
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved