Pilkada 2020 Menguntungkan Petahana

Sabtu, 09 Mei 2020 - 13:00 WIB
loading...
Pilkada 2020 Menguntungkan...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pilihan pemerintah untuk tetap melaksanakan Pilkada Serentak 2020 pada Desember tahun ini dianggap terlalu memaksakan diri. Ada sejumlah risiko yang dihadapi penyelenggara pilkada, partai politik, dan calon kepala daerah.

Pengamat politik Arya Fernandes mengatakan pilkada pada Desember ini akan membuat atau menciptakan ketidakpastian. Pertama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus membuat Peraturan KPU (PKPU) untuk pilkada serentak yang akan dilaksanakan di 270 daerah.

Pilihan Desember 2020 tentu membuat tahapan harus dimulai pada Juni atau Juli. Masalahnya, masa tanggap darurat penanganan Covid-19 itu baru berakhir pada 28 Mei nanti. DPR, pemerintah, dan KPU juga baru akan melakukan review mengenai memungkinkan atau tidak pilkada tetap digelar tahun ini pada Juni.

"Kalau tidak memungkinkan akan diundur. Risiko KPU jika mereka tidak mempersiapkan dengan baik. Ketika membuat PKPU dan mulai persiapan-persiapan pada Juni ditunda. Persiapannya menjadi sia-sia. Kalau tidak dilakukan persiapan, ternyata pilkada dapat dilakukan, tahapan ada yang kepotong," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (9/5/2020).

Pilkada ini, katanya, akan menguntungkan petahana. Alasannya, penantang dalam kondisi pandemi Covid-19 dan beberapa daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak bisa bergerak. Sementara itu, petahana sudah dikenal oleh masyarakat. "Itu enggak fair bagi penantang," ucapnya. (Baca juga: DPR Mengaku Belum Terima Perppu Penundaan Pilkada Serentak 2020 ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Partai Perindo Papua...
Partai Perindo Papua Selatan Apresiasi MK Tolak Gugatan Hasil PSU Pilkada, Hendrikus Mahuze: Mari Bersama Bangun Boven Digoel!
Ketua KPU Banten Sebut...
Ketua KPU Banten Sebut Penerapan Open Government Data Dukung Pemilu Berkualitas
Rekomendasi
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved